Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia mulai menerima uang saku alias living cost senilai 750 riyal atau sekitar Rp3,45 juta (asumsi kurs Rp4.610 per riyal) seiring dimulainya musim Ibadah Haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha menjelaskan bahwa living cost disalurkan saat jemaah berada di asrama haji dan menjadi bagian dari layanan one stop service yang diterapkan penuh tahun ini.
“Khusus terkait dengan living cost, yang diberikan saat berada di asrama haji, masing-masing jemaah akan menerima 750 riyal,” kata Ichsan dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube Kemenhaj, Kamis (23/4/2026).
Di samping itu, dia menekankan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun ini juga menjadi momentum perdana pembagian kartu Nusuk bagi jemaah haji Indonesia di embarkasi haji masing-masing.
Pelayanan terintegrasi juga mencakup pemeriksaan kesehatan jemaah atau pemeriksaan kesehatan akhir, pembagian perlengkapan, dokumen haji, layanan imigrasi dan keimigrasian, hingga manasik terakhir sebelum keberangkatan.
Menurut Ichsan, semua proses layanan tersebut kini dapat dilakukan di satu waktu dan tempat saat pertama kali jemaah tiba di asrama haji.
Baca Juga
- Bukan Dapat War Ticket, Kisah Haru Pelajar Berusia 15 Tahun Asal Padang Berangkat Haji 2026
- Layanan Fast Track Haji Diterapkan di Empat Bandara, Ini Lokasinya
- Kemenhaj: 12 Kloter Haji Tiba di Madinah dalam Kondisi Aman
“Ini tentu bertujuan dalam memberikan kemudahan bagi jemaah dan mengurangi aktivitas berulang di luar lingkungan asrama, sehingga jemaah dapat memanfaatkan waktunya lebih banyak untuk beristirahat,” ujarnya.
Kemenhaj mencatat bahwa sebanyak 12 kloter haji yang terdiri dari 4.823 jemaah dan 48 petugas telah tiba di Madinah, Arab Saudi pada Rabu (22/4/2026) waktu setempat.
Pemberangkatan jemaah haji reguler ke Tanah Suci mulai dilaksanakan pada keberangkatan pertama 22 April. Sebanyak 17 kelompok terbang atau kloter telah diberangkatkan dengan total 6.667 jemaah dan 68 petugas kloter.
Berikutnya, seluruh jemaah diterbangkan menuju Madinah untuk menjalani rangkaian ibadah selama delapan hingga sembilan hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.





