Ramadan dan Idulfitri Bikin Laba BCA (BBCA) Melambung pada Kuartal I 2026

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Emiten perbankan swasta raksasa PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih sebesar Rp 14,7 triliun pada kuartal pertama 2026. Angka ini naik dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 14,1 triliun.

Kinerja tersebut ditopang oleh momentum Ramadan dan Idulfitri yang mendorong pertumbuhan kredit.

Total kredit BCA tumbuh 5,6% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 994 triliun. Pertumbuhan ini didukung pendanaan yang solid, terutama dari dana giro dan tabungan (CASA) yang mencapai Rp 1.089 triliun atau naik 11,2% YoY.

“Penyaluran kredit tersebut didukung pendanaan yang solid, dengan dana giro dan tabungan atau CASA sebesar Rp 1.089 triliun, tumbuh 11,2% year on year,” ujar EVP Communication and Social Responsibility BCA, Hera F Haryn, dalam paparan kinerja kuartal I 2026, Kamis (23/4).

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong mengatakan, kinerja awal tahun ini turut dipengaruhi meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri. Perseroan optimistis dapat menjaga kinerja tetap solid di tengah dinamika global melalui pengembangan bisnis yang prudent.

Dari sisi penyaluran, kredit BCA didominasi segmen produktif yang mencapai Rp 760,2 triliun atau tumbuh 7,8% YoY. Sementara itu, pembiayaan ke sektor berkelanjutan yang mengacu pada prinsip environmental, social and governance (ESG) meningkat 10% YoY menjadi Rp 258,4 triliun, setara 26% dari total portofolio kredit.

Kredit UMKM juga mencatatkan pertumbuhan 12% YoY menjadi Rp 146 triliun, mencerminkan dukungan BCA terhadap perekonomian nasional. Adapun pembiayaan hijau (green financing) tumbuh 7,7% YoY menjadi Rp 113 triliun, didorong antara lain oleh penyaluran ke sektor energi baru dan terbarukan yang melonjak 53,5% YoY.

“BCA senantiasa berkomitmen menyalurkan kredit dengan mempertimbangkan prinsip kehatian dan penerapan manajemen risiko yang disiplin,” ujar Hendra.

Kualitas kredit tetap terjaga, tercermin dari rasio loan at risk (LAR) sebesar 5,1% dan non-performing loan (NPL) 1,8%. Rasio pencadangan juga berada pada level kuat, dengan coverage LAR sebesar 69,7% dan NPL mencapai 174,6%.

Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) BCA tercatat Rp 1.292,4 triliun atau tumbuh 8,3% YoY.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korupsi Lahan, Mantan Kades Divonis 5 Tahun Penjara
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Lumat Persik 3-1, PSM Makassar Kirim Persis Solo dan Madura United ke Zona Rawan Degradasi
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Telepon Albanese, Prabowo Siap Ekspor 250.000 Ton Pupuk Urea ke Australia
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Bank Indonesia Siapkan New BI-Fast untuk Mudahkan Transfer Uang ke Luar Negeri
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Istri dan Anak Bandar Koh Erwin Ditangkap Terkait Pencucian Uang Narkoba, Ini Penampakannya!
• 2 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.