BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berdampak Ekonomi ke 5.000 Warga

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

BNI mempertegas komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan melalui program regenerasi hutan mangrove.

BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berdampak Ekonomi ke 5.000 Warga. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI mempertegas komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan melalui program regenerasi hutan mangrove di Teluk Pangpang, Banyuwangi.

Sejalan dengan semangat peringatan Hari Bumi pada 22 April, program tersebut berhasil merehabilitasi 50 hektare lahan kritis sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi sekitar 5.000 masyarakat pesisir.

Baca Juga:
BNI Resmi Kembalikan Seluruh Dana Umat Paroki Aek Nabara Rp28 Miliar

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan kawasan Teluk Pangpang merupakan wilayah pesisir dengan fungsi ekologis penting yang sebelumnya mengalami degradasi akibat tekanan lingkungan dan alih fungsi lahan.

"Aksi nyata BNI di kawasan tersebut merupakan wujud komitmen perseroan dalam memulihkan fungsi ekologis mangrove sekaligus menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Baca Juga:
BNI (BBNI) Dorong Kesetaraan Gender, Perkuat Peran Perempuan di Dunia Kerja dan Masyarakat

Program yang dijalankan melalui inisiatif BNI Berbagi ini dilakukan dengan pendekatan kolaboratif bersama masyarakat lokal, kelompok pengawas pesisir, serta pemerintah daerah. Kegiatan meliputi penanaman mangrove di area terdampak, pemeliharaan selama tiga tahun, hingga pengembangan kawasan berbasis masyarakat.

Hasilnya, kawasan mangrove yang direhabilitasi kini berfungsi kembali sebagai benteng alami pesisir yang mampu mengurangi risiko abrasi dan banjir rob, khususnya bagi masyarakat di Dusun Tegalpare. Selain manfaat ekologis, program ini juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan ekowisata, budidaya kepiting soka, pembibitan mangrove, serta produk turunan lainnya.

Baca Juga:
BNI Berdayakan 430 Perempuan NTT Lewat Program Anyaman Lontar

Dari sisi dampak ekonomi, BNI mencatat bahwa program ini memberikan nilai tambah signifikan. Berdasarkan kajian Social Return on Investment (SROI), setiap Rp1 investasi menghasilkan manfaat sebesar Rp3,35 hingga akhir 2025.

Nilai tersebut diproyeksikan meningkat menjadi Rp7,23 pada periode 2026–2027 seiring dengan semakin matangnya ekosistem mangrove.

"Capaian ini menunjukkan bahwa program keberlanjutan yang dirancang secara tepat mampu memberikan dampak multiplikasi yang nyata bagi masyarakat dan lingkungan," kata Okki.

BNI menilai investasi di sektor lingkungan tidak hanya berdampak pada pelestarian ekosistem, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir. Ke depan, perseroan memperluas inisiatif serupa dengan menggandeng lebih banyak pemangku kepentingan guna meningkatkan skala dan dampak program.

Melalui program ini, BNI menunjukkan bahwa upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terdakwa Korupsi LNG Sebut Replik Jaksa Ilusi: Tak Ada Kerugian di Luar COVID
• 5 jam laludetik.com
thumb
KPK Periksa Dirjen Integrasi Transportasi Kemenhub, Kasus Suap Proyek Rel Kian Melebar
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
1 Mei 2026 Apakah Libur Tanggal Merah? Begini Menurut SKB 3 Menteri
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Usul Masa Jabatan Ketum Partai Dibatasi, Demokrat: Diatur Internal Parpol
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Pertamina hadirkan edukasi kesehatan bagi perempuan di Hari Kartini
• 18 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.