JAKARTA, DISWAY.ID - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera menyelesaikan konflik di Papua yang tak kunjung menemukan titik terang.
Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey ingin Prabowo Subianto meniru cara mantan Presiden terdahulu yakni Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dengan berdialog secara langsung ke masyarakat Papua.
BACA JUGA:Respons Dinilai Lambat, Komnas HAM Kritik Natalius Pigai soal Tragedi Puncak Jaya
Gus Dur dikenang sebagai pemimpin yang mampu menyentuh hati masyarakat Papua dengan membuka ruang bicara seluas-luasnya, termasuk saat mengundang 100 tokoh Papua ke istana untuk berdialog secara setara.
"Papua punya pengalaman paling bermartabat dalam sejarah Indonesia, yaitu saat mengirim 100 orang Papua berdialog dengan Presiden Gus Dur. Nah, ini momen penting untuk Presiden Prabowo, sebaiknya membuka forum yang lebih strategis untuk berdialog tentang cara penyelesaian kekerasan," kata Frits, dalam konferensi pers di Komnas HAM, Kamis 23 April 2026.
Sementara itu, Komisioner Komnas HAM, Saurlin P. Siagian, menyebut peristiwa ini sebagai salah satu krisis kemanusiaan terberat sepanjang tahun ini.
BACA JUGA:Komnas HAM: 1 Korban Penembakan Warga Sipil di Puncak Papua Teridentifikasi, Masuk Proses Pembakaran
Pihaknya mendapatkan indikasi bahwa operasi militer yang berimplikasi pada kontak senjata telah memaksa warga meninggalkan kampung mereka.
"Informasi dari lapangan, tanggal 13 terjadi kontak senjata, lalu dilanjutkan operasi pada 14 dan 15 April. Kampung-kampung dibakar dan terbakar, orang-orang mengungsi ke hutan. Kita mengkhawatirkan kondisi mereka akan memburuk karena petugas kemanusiaan masih kesulitan masuk," ungkap Saurlin.





