Bisnis.com, JAKARTA – Produk asuransi kendaraan bermotor mulai bergeliat pada awal tahun seiring dengan kenaikan penjualan otomotif. Adapun,
disebut masih mendapat tantangan untuk dipasarkan, mulai dari tarif yang ketat hingga kenaikan biaya klaim. Kendati demikian, penjualan otomotif pada awal tahun mampu mengerek pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor.
Budi Herawan, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), menjelaskan sejumlah tantangan utama dalam memasarkan produk asuransi kendaraan bermotor. Tantangan itu mencakupi persaingan tarif yang ketat, konsumen yang sensitif terhadap harga, serta kenaikan biaya klaim seiring naiknya aktivitas kendaraan dan harga perbaikan.
“Karena itu perusahaan perlu tetap prudent agar pertumbuhan premi tidak mengorbankan profitabilitas,” ujar Ketua Umum AAUI Budi Herawan kepada Bisnis, Selasa (21/4/2026).
Dia pun menyarankan perusahaan asuransi untuk memperkuat kerja sama dengan dealer, multifinance, dan kanal digital, memperbesar bisnis renewal, serta meningkatkan kualitas layanan seperti survei dan klaim yang lebih cepat.
Budi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PT Asuransi Candi Utama melihat ke depan pertumbuhan asuransi kendaraan bermotor perlu dijaga tetap sehat dan bukan hanya mengejar volume tetapi juga kualitas risiko.
Meski ada sederet tantangan, Budi melihat pertumbuhan premi asuransi kendaraan bermotor sebesar 9,97% YoY pada Februari 2026 sebagai sinyal positif. Ini menunjukkan lini kendaraan bermotor masih menjadi salah satu penopang penting industri asuransi umum.
“Dan kami cukup optimistis lini ini tetap menjadi kontributor besar sepanjang didukung permintaan pasar otomotif, pembiayaan, serta disiplin underwriting yang baik,” tegasnya.
Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan ada kenaikan penjualan otomotif yang turut mengerek asuransi kendaraan bermotor pada Februari 2026.
Pendapatan premi tercatat sebesar Rp4,10 triliun, tumbuh 9,97% [year on year/YoY]. Sedangkan nilai klaim meningkat menjadi Rp1,40 triliun atau naik 9,89% YoY. Hal ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas kendaraan dan eksposur risiko.





