Penjualan Otomotif Awal Tahun Dorong Kenaikan Premi Asuransi Kendaraan Bermotor

bisnis.com
14 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Produk asuransi kendaraan bermotor mulai bergeliat pada awal tahun seiring dengan kenaikan penjualan otomotif. Adapun, 

disebut masih mendapat tantangan untuk dipasarkan, mulai dari tarif yang ketat hingga kenaikan biaya klaim. Kendati demikian, penjualan otomotif pada awal tahun mampu mengerek pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor.

Budi Herawan, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), menjelaskan sejumlah tantangan utama dalam memasarkan produk asuransi kendaraan bermotor.  Tantangan itu mencakupi persaingan tarif yang ketat, konsumen yang sensitif terhadap harga, serta kenaikan biaya klaim seiring naiknya aktivitas kendaraan dan harga perbaikan.

“Karena itu perusahaan perlu tetap prudent agar pertumbuhan premi tidak mengorbankan profitabilitas,” ujar Ketua Umum AAUI Budi Herawan kepada Bisnis, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga : 1001 Cara Industri Asuransi Dongkrak Premi Kendaraan Bermotor

Dia pun menyarankan perusahaan asuransi untuk memperkuat kerja sama dengan dealer, multifinance, dan kanal digital, memperbesar bisnis renewal, serta meningkatkan kualitas layanan seperti survei dan klaim yang lebih cepat. 

Budi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PT Asuransi Candi Utama melihat ke depan pertumbuhan asuransi kendaraan bermotor perlu dijaga tetap sehat dan bukan hanya mengejar volume tetapi juga kualitas risiko.

Meski ada sederet tantangan, Budi melihat pertumbuhan premi asuransi kendaraan bermotor sebesar 9,97% YoY pada Februari 2026 sebagai sinyal positif. Ini menunjukkan lini kendaraan bermotor masih menjadi salah satu penopang penting industri asuransi umum.

“Dan kami cukup optimistis lini ini tetap menjadi kontributor besar sepanjang didukung permintaan pasar otomotif, pembiayaan, serta disiplin underwriting yang baik,” tegasnya.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan ada kenaikan penjualan otomotif yang turut mengerek asuransi kendaraan bermotor pada Februari 2026.

Pendapatan premi tercatat sebesar Rp4,10 triliun, tumbuh 9,97% [year on year/YoY]. Sedangkan nilai klaim meningkat menjadi Rp1,40 triliun atau naik 9,89% YoY. Hal ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas kendaraan dan eksposur risiko. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sinopsis Drama China Main Character, Perjuangan Liu Hao Cun Jadi Bintang Panggung yang Menginspirasi
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Komnas HAM: Kasus Benhil Gambaran Kerentanan PRT
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prajurit TNI Tembus Daerah Terisolir, Bangun Jalan Desa hingga Buat Jembatan
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Cinta Ditolak, Akbar Maulana Gigit Tangan Mantan dan Bawa Kabur Tas
• 7 jam lalurealita.co
thumb
IHSG Diproyeksi Melemah Imbas Rupiah Terjun ke Rp 17.300 per Dolar AS
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.