Seorang jurnalis Lebanon, Amal Khalil, dilaporkan gugur dalam serangan udara yang dilancarkan militer Israel terhadap sebuah pemukiman di Lebanon Selatan. Jasad korban ditemukan di balik reruntuhan bangunan beberapa jam setelah serangan.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Kesehatan Lebanon, Amal Khalil tengah berada di desa Al-Tiri untuk meliput eskalasi agresi di wilayah selatan yang kembali memanas sejak awal Maret 2026. Serangan yang merenggut nyawa Khalil diketahui terjadi dalam dua tahap serangan udara yang beruntun.
Serangan pertama yang dilepaskan militer Israel dilaporkan menewaskan dua orang warga. Tak lama berselang, serangan kedua menghantam sebuah bangunan di desa Al-Tiri yang menjadi lokasi perlindungan bagi Khalil dan rekan-rekan jurnalis lainnya. Hantaman keras pada serangan kedua inilah yang mengakibatkan bangunan tersebut runtuh dan menjebak Khalil di dalamnya.
Baca juga:
PBB Desak Dihentikannya Serangan Terhadap Pasukan Perdamaian di Lebanon
Dedikasi di Garis Depan
Amal Khalil dikenal sebagai salah satu jurnalis yang aktif melaporkan perkembangan agresi dan dampak kemanusiaan di Lebanon Selatan. Penemuan jasadnya setelah pencarian selama beberapa jam di bawah puing bangunan menambah daftar panjang jurnalis yang menjadi korban dalam konflik di wilayah perbatasan tersebut.
Gugurnya Khalil memicu gelombang duka dan kecaman dari berbagai organisasi pers internasional, yang kembali menekankan pentingnya perlindungan bagi jurnalis yang bertugas di zona konflik sesuai dengan hukum humaniter internasional.




