HKI Sebut Pulau Jawa Masih Jadi Primadona Pengembangan KEK

bisnis.com
13 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pulau Jawa dinilai masih menjadi primadona dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), seiring dengan peran strategis wilayah ini dalam mendorong akselerasi investasi dan pertumbuhan industri nasional.

Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyebutkan bahwa meski pemerataan pembangunan ke luar Jawa terus didorong oleh pemerintah, kawasan di Pulau Jawa tetap memiliki keunggulan komparatif yang sulit tergantikan. Faktor kesiapan infrastruktur, kedekatan dengan pasar, serta ekosistem industri yang telah matang menjadikan wilayah ini katalis utama dalam percepatan realisasi investasi.

Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan Pulau Jawa masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dalam konteks pencapaian target pertumbuhan 8%, menurutnya diperlukan langkah yang terukur dan berdampak cepat.

“KEK di Pulau Jawa dapat menjadi instrumen strategis untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Akhmad dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Dia menerangkan pengembangan KEK di Pulau Jawa tidak hanya berfokus pada ekspansi industri konvensional, tetapi juga transformasi menuju industri bernilai tambah tinggi. 

HKI melihat peluang besar pada pengembangan industri berbasis teknologi tinggi serta sektor spesifik yang memiliki keunggulan kompetitif, salah satunya adalah industri halal.

Baca Juga

  • Industri Tekstil Dibayangi Sertifikasi Halal, Ketelusuran Bahan Baku Jadi Tantangan
  • Tak Cuma Insentif Pajak, Industri Baja Minta Perluasan HGBT & Pengendalian Impor
  • IIF Catat Pembiayaan Infrastruktur Rp44 Triliun hingga 2025

“Dengan pendekatan tersebut, KEK di Jawa tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga berkembang sebagai pusat inovasi dan pertumbuhan ekonomi baru,” kata Akhmad.

HKI juga menekankan pentingnya integrasi kawasan dengan infrastruktur modern guna meningkatkan efisiensi rantai pasok nasional. Oleh karena itu, HKI mendorong pemerintah untuk terus membuka ruang pengembangan KEK di Pulau Jawa secara selektif dan strategis, tanpa mengesampingkan agenda pemerataan pembangunan antarwilayah. 

“Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan pengelola kawasan menjadi kunci utama agar KEK dapat memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Sementara itu, dia mengatakan perubahan lanskap geopolitik global membuka peluang baru bagi Indonesia. Dia menyebut HKI melihat peningkatan minat investor, termasuk dari kawasan Timur Tengah, yang kini makin selektif dalam memilih lokasi investasi.

Investor, kata Akhmad, kini menaruh perhatian besar pada ketersediaan insentif yang kompetitif, kepastian regulasi, serta fleksibilitas dalam menentukan lokasi investasi sebagai bagian dari strategi diversifikasi rantai pasok.

Diversifikasi pengembangan KEK, baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa, lanjutnya, akan memperkuat daya tarik Indonesia sebagai destinasi investasi global yang kompetitif, sekaligus memberikan opsi yang lebih luas bagi investor sesuai dengan kebutuhan bisnis dan rantai pasok mereka.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apresiasi Pemerintah Daerah 2026 Hadirkan 4 Penghargaan, Ini Kategorinya
• 14 jam laludetik.com
thumb
Istri dan 2 Anak Bandar Narkoba Ko Erwin Akan Ditahan Usai Diperiksa
• 25 menit laludetik.com
thumb
Fakta-fakta Terbaru Khalid Basalamah di Kasus Kuota Haji: Kembalikan Rp8,4 M hingga Bongkar Alur Dana
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Tips Jitu agar Kulkas Tidak Bau dan Tetap Segar
• 50 menit lalubeautynesia.id
thumb
BMKG: Indonesia Potensi Hujan Lebat–Sangat Lebat 24-30 April, Ini Sebaran Wilayahnya
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.