Iran Kantongi Pendapatan Perdana dari Tarif Selat Hormuz, Berapa Nilainya?

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Iran mulai mengantongi pendapatan pertamanya dari pungutan biaya kapal yang melintasi Selat Hormuz, demikian pernyataan resmi dari Wakil Ketua Parlemen Hamidreza Haji Babaei.

“Pendapatan pertama dari biaya transit di Selat Hormuz telah disetorkan ke rekening Bank Sentral,” katanya dalam komentar yang dimuat oleh kantor berita semi-resmi Tasnim Kamis waktu setempaat seperti dikutip dari laman Anadolu Ajensi, Jumat 24 April 2026.

Baca Juga :
Secangkir Kopi dan Teh Kini Lebih Mahal, Efek Perang Mulai Terasa di Sektor Kuliner
Israel Siapkan Serangan Mematikan di Tengah Aksi Iran Sita Kapal di Selat Hormuz

Anggota parlemen Alireza Salimi juga mengatakan kepada Tasnim bahwa Iran telah mulai menarik biaya dari kapal-kapal yang melewati selat tersebut. Ia menyebut informasi dari sumber yang dianggap dapat dipercaya.

Besaran biaya yang dikenakan berbeda-beda tergantung pada jenis dan volume kargo serta tingkat risiko yang ditimbulkan. Kantor berita Tansim juga menyebut bahwa Iran sendiri yang menentukan tarif dan mekanisme penarikannya.

Namun, wakil ketua dan anggota parlemen tersebut tidak memberikan rincian tentang jumlah kapal yang telah membayar.

Pada tanggal 8 April, Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa Teheran bergerak untuk memperketat cengkeramannya pada jalur pengiriman minyak terpenting di dunia itu, Iran memerintahkan kapal-kapal untuk mengatur pembayaran biaya  terlebih dahulu dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran dan membayar dalam mata uang kripto atau yuan Tiongkok.

Sementara itu, pada tanggal 19 Maret, kantor berita semi-resmi ISNA mengatakan bahwa Iran sedang mempertimbangkan aturan undang-undang yang akan mewajibkan negara-negara untuk membayar biaya bagi kapal-kapal yang melintasi koridor maritim strategis tersebut.

Seperti diketahui, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz telah terganggu sejak perang AS-Israel di Iran yang dimulai pada 28 Februari. Situasi ini mengguncang pasar energi global dan meningkatkan kekhawatiran akan dampak ekonomi yang berkepanjangan.

Pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran setelah permintaan dari Pakistan. Trump juga mengatakan bahwa gencatan senjata akan tetap berlaku sampai Teheran mengajukan apa yang ia sebut sebagai "proposal terpadu."

Baca Juga :
Tanpa Ampun! Iran Hukum Gantung Warganya yang Jadi Mata-mata Mossad
Pemerintah Turun Tangan Pastikan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia 2026
Terpopuler: Jose Mourinho Kembali Latih Real Madrid, Timnas Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Remaja 15 Tahun di Padang Jadi Calon Haji Termuda 2026 Usai Gantikan Orang Tua yang Wafat
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Polisi Buru Dua Orang Perempuan Diduga Pengendali Narkoba di Makassar
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp17.282, Dolar AS Ikut Naik
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Rencana Juventus jika Gagal Rekrut Alisson Becker dari Liverpool Terungkap, Kiper Manchester City Jadi Incaran
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Satu Gol Lagi Tocantins Cetak Rekor PSS, Ansyari Lubis: Semua Pemain Harus Dukung Dia
• 26 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.