Indeks Wall Street Loyo Tertekan Pelemahan Saham Sektor Perangkat Lunak

katadata.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup turun pada perdagangan Kamis (24/4) waktu setempat. Penurunan terjadi karena adanya tekanan pada saham sektor perangkat lunak. Dampak konflik AS-Iran yang membuat harga minyak kembali melonjak juga membayangi sentimen pasar. 

Indeks S&P 500 turun 0,41% ke level 7.108,40. Nasdaq Composite merosot 0,89% ke posisi 24.438,50, sementara Dow Jones Industrial Average terkoreksi 179,71 poin atau 0,36% menjadi 49.310,32.

Managing Partner Barnum Financial Group’s The SKG Team Chris Kampitsis menilai pasar masih mencari pijakan setelah reli tajam sejak titik terendah pada Maret lalu. 

“Kami memperkirakan saham akan bergerak dalam rentang terbatas dalam waktu dekat sambil menunggu katalis berikutnya,” ujar Kampitsis dikutip dari CNBC, Jumat (24/4).

Dari sisi sektoral, saham teknologi khususnya perangkat lunak menjadi penekan utama Wall Street. Saham IBM anjlok lebih dari 8%, sementara ServiceNow merosot hampir 18% usai merilis laporan keuangan kuartalan. Meski kinerja IBM melampaui ekspektasi, perusahaan mempertahankan proyeksi tahunan sehingga mengecewakan investor. 

Pelemahan juga terjadi pada saham perangkat lunak lainnya. Microsoft turun sekitar 4%, Palantir Technologies melemah lebih dari 7%, dan Oracle terkoreksi sekitar 6%. ETF sektor perangkat lunak, iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV), juga turun sekitar 6%.

Konflik Iran-AS juga masih memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan saham. Ketegangan bahkan berkembang menjadi kebuntuan militer laut antara AS dan Iran di tengah gencatan senjata yang rapuh. Kedua negara saling berebut kendali atas Selat Hormuz dan dilaporkan telah menyita kapal komersial sepanjang pekan ini.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis memerintahkan Angkatan Laut untuk menembak dan menenggelamkan kapal apa pun yang menanam ranjau di sepanjang selat tersebut. 

Di akhir perdagangan, harga minyak naik. Kontrak berjangka Brent ditutup di atas US$ 105 per barel setelah media Israel yaitu N12 melaporkan ketua parlemen Iran mundur dari tim negosiasi. Laporan itu memicu kekhawatiran bahwa Garda Revolusi mengambil kendali lebih besar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Ringkus Begal Bercelurit yang Beraksi di Gunung Sahari, Jakpus
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Kepala Kehakiman Iran: IRGC Sita 2 Kapal di Selat Hormuz Bukti Kekuatan dan Inspirasi Membanggakan
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Jakarta Jadi Markas Baru ASEAN Lawan Polusi Asap Lintas Negara
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pekerja BRI PIK Tampil Elegan dengan Kebaya Merah Kartini
• 5 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Kalbe Consumer Health Kembali Gelar POTEK Dance Fest 2026, Targetkan Lebih Banyak Talenta Muda Indonesia
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.