TINS Tunjuk Harry Budi Sidharta Jadi Plt Direktur Pengembangan Usaha

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - PT Timah (Persero) Tbk. menunjuk Wakil Direktur Utama Harry Budi Sidharta sebagai pelaksana tugas sementara Direktur Pengembangan Usaha, di tengah kekosongan jabatan yang belum diisi secara definitif melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (24/4/2026), penunjukan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor 06/Tbk/DK-01.2.3.4.5/2026 per 23 April 2026. Perseroan menyampaikan keterbukaan informasi ini kepada Otoritas Jasa Keuangan sebagai bagian dari laporan fakta material.

Dalam keterangannya, manajemen menyebut Harry Budi Sidharta akan merangkap jabatan hingga ditetapkan pejabat definitif melalui rapat umum pemegang saham. Keputusan ini menegaskan adanya penyesuaian sementara dalam struktur manajemen perseroan.

TINS memastikan bahwa penunjukan tersebut tidak berdampak terhadap operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan bisnis perusahaan. Aktivitas usaha tetap berjalan normal sesuai rencana kerja yang telah ditetapkan.

PT Timah menyatakan akan menyampaikan informasi lanjutan apabila terdapat perkembangan lebih lanjut terkait pengisian posisi Direktur Pengembangan Usaha secara definitif.

Sebelumnya, posisi tersebut diisi oleh Suhendra Yusuf Ratuprawira yang telah berakhir masa jabatannya sehubungan dengan pengangkatannya sebagai direktur di Pelindo Jasa Maritim.

Baca Juga

  • Produksi Logam Timah TINS Turun jadi 17.815 Metrik Ton Sepanjang 2025
  • PT Timah (TINS) Raup Laba Bersih Rp1,31 Triliun Sepanjang 2025
  • PT Timah (TINS) Resmi Menyandang Status Persero Susul Antam dan PTBA

Adapun, sebelum menjabat sebagai Direktur Pengembangan Usaha PT Timah, Suhendra pernah mengemban amanah sebagai Direktur Pengembangan Bisnis PT Dahana pada periode 2021-2024.

Dia juga dikenal sebagai inisiator terbangunnya Jalan Tol Trans Sumatra saat menjabat sebagai staf khusus menteri PUPR pada 2015-2018.

Saat menjabat staf khusus menteri departemen pekerjaan umum Suhendra juga menjadi akselerator penyelesaian pembangunan Jembatan Suramadu di Jawa Timur.

Berdasarkan laporan keuangan, TINS membukukan laba bersih senilai Rp1,31 triliun sepanjang 2025. Realisasi ini mencapai 119% dari target yang ditetapkan Perseroan.

Sepanjang tahun lalu, pendapatan TINS naik 6,41% menjadi Rp11,55 triliun dari yang sebelumnya Rp10,86 triliun pada 2024. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata logam timah.

Dari sisi pos beban, Perseroan mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 8,41% dari Rp8,11 triliun pada 2024 menjadi Rp8,79 triliun pada 2025. Alhasil, Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp1,91 triliun dengan pencapaian EBITDA sebesar Rp2,76 triliun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mantan Wali Kota Semarang Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Kuasa Hukum Klaim Ada Lima Bukti Baru dan Kekhilafan Hakim
• 5 jam lalupantau.com
thumb
5 Prajurit UNIFIL Gugur Sejak Konflik 2 Maret: 3 dari Indonesia, 2 dari Prancis
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Pertamina-Polri Integrasikan Data Kendaraan, Perketat Penyaluran BBM Subsidi
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Purbaya Rotasi Tiga Pembantunya, Ada Apa?
• 13 jam lalukompas.id
thumb
Danantara Ungkap Progres Tender Lahan Kampung Haji Saat Arab Saudi Terdampak Perang
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.