JP Morgan Simpulkan Indonesia Kampiun Energi, Pengamat Anggap Prabowo Jago Strategi

jpnn.com
10 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Belum lama ini lembaga keuangan J.P. Morgan Asset Management merilis hasil risetnya tentang ketahanan berbagai negara dalam menghadapi guncangan energi.

Penelitian bertajuk Pandora’s Bog: The Global Energy Shock of 2026 itu menempatkan Indonesia di peringkat kedua dalam hal negara paling berdaya tahan dalam guncangan energi global.

BACA JUGA: Indonesia Peringkat Kedua Dunia soal Ketahanan Energi, Golkar Puji Duet Prabowo-Bahlil

Temuan lembaga keuangan yang sangat berpengaruh tersebut didasarkan pada analisis atas 52 negara yang merepresentasikan 82 persen konsumsi energi dunia. Hasilnya, Indonesia dengan insulation factor atau faktor isolasi daya tahan energi 77 persen.

Posisi Indonesia berada di bawah Afrika Selatan (79 persen). Adapun di bawah Indonesia ialah Tiongkok dengan angka 76 persen.

BACA JUGA: Indonesia Masuk Jajaran Negara Paling Kebal Guncangan Energi Global 2026 Versi JP Morgan

Laporan J.P. Morgan juga menilai Indonesia memiliki tingkat eksposur langsung yang sangat rendah terhadap Selat Hormuz sebagai jalur distribusi energi global, yang sedang menjadi sorotan. Minyak impor yang melalui Selat Hormuz hanya berkontribusi 1 persen dari total konsumsi energi primer nasional.

Menanggapi laporan dari lembaga bergengsi itu, pemerhati energi Nikson Silalahi menilai hal itu menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selama ini sudah tepat. Menurut Nikson, Presiden k-8 RI itu menerapkan strategi jitu dan kerja keras dalam menghadapi tekanan global.

“Ini adalah buah kerja keras dan cerdas pemerintah dan sekaligus menjadi bukti bahwa arah kebijakan pemerintah yang menekankan penguatan khususnya di sektor energi, telah memberikan hasil nyata dan mampu menjawab tekanan global,” ujar Nikson, Jumat (24/4/2026).

Penyandang gelar sarjana teknik yang tengah menjadi mahasiswa doktoral hukum bisnis itu menuturkan pemerintahan Presiden Prabowo konsisten dalam strategi penguatan produksi energi dalam negeri melalui hilirisasi dan mengontrol ketergantungan terhadap impor. Indonesia di bawah Prabowo, imbuh Nikson, tidak sekadar merespons krisis, tetapi juga membangun sistem yang tahan krisis.

Menurut Nikson, pendekatan ala pemerintahan Presiden Prabowo itu merupakan bentuk politik energi yang berorientasi pada kedaulatan nasional. Oleh karena itu, katanya, kini Indonesia dengan basis energi domestik yang kuat mampu menjaga stabilitas di dalam negeri pada saat banyak negara lain mengalami krisis energi.

“Ini adalah statecraft (kecakapan dalam mengelola urusan negara, red) yang kuat dalam menghadapi dunia yang tidak pasti,” imbuh Nikson.

Walakin, Nikson juga mewanti-wanti pentingnya menjaga capaian tersebut dengan kebijakan yang konsisten, termasuk dalam hal mempercepat diversifikasi energi dan mengurangi ketergantungan terhadap minyak impor.

Pria asal Sumatera Utara yang dipercaya memimpin Gerakan Kristen Indonesia Raya (GEKIRA) itu menegaskan kebijakan pemerintah yang sudah sesuai jalur harus dikawal demi mewujudkan kedaulatan energi dan ketahanan nasional.

“Indonesia harus terus melangkah dari sekadar bertahan menjadi negara yang makin kuat dan berdaulat di tengah dinamika global,” imbuh Nikson. (jpnn.com)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bedah Editorial MI - Ujian Integritas di Seleksi PTN
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sempat Membantah, Pendakwah Syekh Ahmad Al Misry Ditetapkan Tersangka Dugaan Pelecehan 5 Santri Laki-laki
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Cinta Ditolak, Akbar Maulana Gigit Tangan Mantan dan Bawa Kabur Tas
• 10 jam lalurealita.co
thumb
ESDM Prioritaskan Pembangunan Tahap I PLTS 17 GW, Target 100 GW Dikebut 2 Tahun
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia–Prancis Perkuat Kemitraan Strategis Kebudayaan, Dorong Kolaborasi Museum dan Industri Budaya
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.