HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Nama Usman Marham disebut-sebut layak masuk dalam bursa calon ketua umum DPD I Golkar Sulsel.
Karir politiknya di Golkar dinilai layak memimpin Golkar Sulsel. Diketahui, Usman Marham pernah menjadi pengurus DPP Golkar selama tiga periode.
Ia pernah mendampingi Aburizal Bakrie, Setya Novanto, hingga Airlangga Hartarto di DPP Golkar. Usman Marham juga memiliki modal besar, yakni akses langsung ke petinggi-petinggi DPP Golkar.
Hal ini terlihat, menjelang Musda Golkar Sulsel Usman Marham bahkan bertemu dua kali secara langsung Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia.
Selain itu, Usman Marham juga adalah adik dari Idrus Marham yang merupakan Wakil Ketua DPP Golkar.
Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Firdaus menilai sosok Usman Marham menjadi sosok yang bisa dipertimbangkan untuk maju di Musda Golkar Sulsel.
Hal tersebut menurut Firdaus karena sosok Usman dianggap memiliki segudang pengalaman di Golkar, bukan cuman di daerah, bahkan di pusat Usman dikenal.
“Jadi kalau misalnya Pak Usman Marham yang di dorong oleh DPP itu ke lebihannya adalah lebih di kenal di tingkat DPP sehingga aspirasi-aspirasi dari daerah ini mudah tersalurkan di pusat,” jelas Firdaus pada Kamis, 23 April.
Firdaus menambahkan bahwa Usman Marham juga sudah memahami konstalasi politik di pusat. Namun nama Usman Marham belum mengakar di Sulsel sehingga itu menjadi tantangan.
Firdaus menambahkan bahwa sosok Usman Marham yang memiliki akses langsung ke petinggi DPP Golkar menjadi modal besar untuk bertarung di Musda Golkar.
“Ketika Usman Marham ikut berkontestasi (Musda) tidak ada kesulitan beliau untuk berkoordinasi dengan DPD kabupaten kota, begitu juga sebaliknya DPD II bisa berkomunikasi dengan beliau bagaimana nantinya beliau itu lebih mudah akses ke DPP,” tambahnya.
Pengamat Politik Unhas Adi Suryadi Culla menuturkan bahwa Musda Golkar Sulsel ini, putusan akhirnya ada pada DPP Golkar.
“Saya sebenarnya melihat bahwa putusan terakhir itu kan sama ada sama DPP Golkar. Terkait dengan figur potensial, ujung tombak ada di DPP Golkar,” bebernya.
Menurut Adi Suryadi, jika Usman Marham maju di Musda Golkar Sulsel, ia butuh suara dukungan di DPD II kabupaten kota.
“Itu suara dukungan yang muncul dari dari apa ya akar rumput. Artinya Usman Marham butuh ini dukungan kan dari bawah, masih harus bekerja demi dapatkan suara dari DPD-DPD II atau pemilik suara,” bebernya.
Adi Suryadi menambahkan bahwa semua kader Golkar berpotensi untuk maju di Musda Golkar Sulsel, termasuk Usman Marham apalagi jika ia sudah direstui di DPP Golkar, itu akan menjadi modal besar karena memang Usman Marham sudah dikenal di DPP Golkar.
“Siapapun kader, bisa saja jadi figur potensial termasuk Usman Marham. Artinya semua kader berpeluang maju, asalkan punya legitimasi dan restu dari DPP Golkar. Dan saya kira tidak cukup retorika saja dari para figur potensial,” tambahnya.
Sementara Usman Marham membeberkan bahwa pihaknya tidak ingin maju di Musda Golkar Sulsel, namun jika ada dorongan dari DPP Golkar, ia akan mengikuti perintah.
“Sepanjang DPP memberikan peluang, membuka sinyal untuk saya, kenapa tidak?” ucapnya kepada FAJAR pada Kamis, 23 April.
Usman menambahkan bahwa memang ia tidak pernah ada keinginan untuk maju di Musda Golkar Sulsel, namun ia memiliki niat untuk mengembalikan Golkar menjadi pemenang di Sulsel.
“Memang saya tidak pernah nyatakan mau maju. Saya memang tidak pernah menggadang-gadang saya maju,” tegas Ketua DPD II Golkar Pinrang ini. (ams)





