JAKARTA, KOMPAS.com – Laju kendaraan berat di Jalan Akses Marunda, Jakarta Utara, tak membuat pejalan kaki gentar menyeberang tanpa menggunakan jembatan penyeberangan orang (JPO).
Padahal, satu JPO berdesain modern telah dibangun di lokasi tersebut untuk meningkatkan keselamatan warga.
Jembatan itu berada tepat di depan SMPN 244, yang juga menjadi titik perempatan, lokasi putar balik kendaraan, serta area naik-turun penumpang angkutan umum.
Di belakangnya, terdapat SMPN 266.
Baca juga: Bau Pesing Muncul di JPO Stasiun Palmerah Diduga akibat Tunawisma Kencing Sembarangan
Meski berdiri di lokasi strategis dengan mobilitas tinggi, JPO senilai Rp 15,5 miliar itu justru sepi pengguna.
Baik pelajar maupun warga lebih memilih menyeberang langsung di jalan, meski harus berhadapan dengan truk-truk besar yang melintas kencang.
Tak jarang, pengemudi truk harus mengerem mendadak karena banyaknya pejalan kaki yang menyeberang sembarangan.
Andalkan Juru Parkir
Berdasarkan pengamatan Kompas.com, warga dan pelajar tetap nekat menyeberang karena di perempatan tersebut terdapat juru parkir yang membantu menghentikan kendaraan.
Para juru parkir bahkan berani memberhentikan truk kontainer dari kedua arah, meski tidak menerima bayaran dari pejalan kaki.
Kondisi ini membuat warga merasa lebih mudah menyeberang langsung dibanding menggunakan JPO.
Ketika tidak ada juru parkir, pelajar kerap meminta bantuan pedagang di sekitar lokasi.
"Kebanyakan langsung menyeberang. Makanya kadang anak SD dari belakang mampir di sini minta 'seberangin dong Bu' kalau lagi abang-abangnya (juru parkir) lagi sibuk," ungkap seorang pedagang bernama Rotua (59) saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis (23/4/2026).
Baca juga: Bau Pesing Muncul di JPO Stasiun Palmerah Diduga akibat Tunawisma Kencing Sembarangan
Rotua menyayangkan JPO yang kerap hanya menjadi pajangan.
Ia berharap pihak sekolah dapat mengedukasi siswa agar memanfaatkan fasilitas tersebut, mengingat Jalan Akses Marunda tergolong berbahaya karena dilalui kendaraan berat dengan kecepatan tinggi.