Soroti Overkapasitas Lapas di Morowali, Marinus Gea Minta Data WBP Lebih Transparan

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, MOROWALI - Anggota MPR RI, Marinus Gea menyoroti berbagai persoalan pemasyarakatan saat melakukan kunjungan kerja reses Komisi XIII DPR ke Morowali, Sulawesi Tengah, Rabu (22/4).

Salah satunya mencakup kondisi warga binaan pemasyarakatan (WBP), potensi overkapasitas lapas, hingga kebutuhan pembangunan rumah tahanan (rutan) baru di wilayah tersebut.

BACA JUGA: Marinus Gea Kritik Pernyataan Natalius Pigai soal Teror Ketua BEM UGM

Marinus Gea menekankan pentingnya kejelasan data terkait jumlah WBP, khususnya yang masih berstatus tahanan.

Dia mengungkapkan dari total 4.169 WBP, terdapat 952 orang yang masih berstatus tahanan, baik dalam proses hukum maupun titipan.
Menurutnya, status tersebut perlu diperjelas karena dapat memengaruhi penilaian terhadap kapasitas lapas.

BACA JUGA: Marinus Gea Ajak Pelajar IPM Banten Jadi Subjek Perubahan dan Melek Hukum

“Kalau sebagian dari 952 itu masih titipan dan belum menjadi kewajiban lapas, maka tidak serta-merta bisa dikatakan overkapasitas. Ini harus jelas,” ujar Marinus.

Dia juga menyoroti tingginya jumlah narapidana kasus narkotika yang mencapai sekitar 49 persen dari total WBP.

BACA JUGA: Marinus Gea Sebut Kemenham Salah Fokus, Negara Terlihat Lindungi Pelaku Intoleransi

Marinus meminta penjelasan lebih terperinci mengenai klasifikasi bandar narkoba, baik kategori besar maupun kecil, serta kebijakan penempatannya, termasuk pengiriman ke Lapas Nusakambangan.

Dia juga mempertanyakan apakah jumlah WBP menjadi salah satu indikator dalam pengajuan anggaran di setiap unit kerja pemasyarakatan, mengingat hal tersebut berpengaruh pada perencanaan kebutuhan fasilitas dan sumber daya.

Lebih lanjut, Marinus mendorong optimalisasi implementasi KUHP dan KUHAP yang baru, khususnya dalam menciptakan program pembinaan yang produktif bagi narapidana.

Oleh karena itu, dia mengusulkan agar kerja sama dengan sektor industri, seperti pertambangan di Morowali, dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pembinaan.

“Kalau mereka tidak punya kegiatan, potensi gangguan keamanan bisa meningkat. Perlu ada solusi konkret, termasuk kemungkinan kerja sama dengan industri agar mereka tetap produktif,” tegasnya. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Marinus Gea Luncurkan Buku, Persembahan untuk Orang Tua


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik di Kampus yang Kian Ditindak Tegas
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Harga Pangan Jatim: Cabai Rawit Rp50.700, Telur Ayam Rp26.650 per Kg
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kemenkes gandeng organisasi keagamaan perluas cakupan imunisasi
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Momen Menegangkan Angkatan Laut Iran Sita 2 Kapal di Selat Hormuz
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Kedutaan: Gempa di Honshu Jepang tidak timbulkan korban jiwa
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.