Memiliki keanekaragaman hayati terbesar kedua setelah Brazil, Indonesia dikaruniai tanaman herbal yang melimpah. Jumlahnya bahkan mencapai 30.000 jenis, dengan lebih dari 7.000 tanaman memiliki kegunaan sebagai bahan obat.
Tak heran, Riset Kesehatan Dasar 2010 menyebut, prevalensi penduduk Indonesia yang pernah mengonsumsi obat tradisional –terutama jamu– sebanyak 59,12 persen. Bentuknya pun beragam, mulai dari pil, serbuk, cairan, hingga lotion.
Sayangnya, masih banyak tanaman herbal Nusantara yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, ribuan jenis tumbuhan tersebut dapat dijadikan alternatif pengobatan di dunia medis.
Hal ini pun mendorong PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) untuk meluncurkan Sido HerbalPedia. Menjadi awal mula rangkaian acara 75 tahun Sido Muncul, portal digital tersebut dirancang sebagai pusat edukasi herbal dan kesehatan berbasis bahan alam.
“Banyak ramuan obat tradisional yang tidak diteliti. Saya kepikiran, coba bisa gak sih untuk supaya tanaman-tanaman herbal ini bisa dimanfaatkan? Lalu saya punya ide, bagaimana kalau riset-riset soal tanaman obat itu dikumpulkan secara literatur, agar bisa langsung mengedukasi masyarakat agar pembelajaran soal tanaman herbal bisa lebih mudah,” jelas Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, saat peluncuran Sido HerbalPedia di Gedung House of Jamu, Kamis (23/4).
Irwan menyebut, Sido HerbalPedia dapat mendorong riset dan analisis komprehensif terkait tanaman herbal di Indonesia. Sehingga harapannya, pengembangan obat herbal akan semakin masif.
"Banyak yang terlibat dalam pengembangan portal digital ini, mulai dari Kementerian Hukum RI hingga universitas-universitas di Indonesia," kata dia.
Peluncuran Sido HerbalPedia turut dihadiri oleh jajaran direksi dan dewan komisaris Sido Muncul, serta seluruh tim penyusun Sido HerbalPedia. Adapun tim penyusun portal digital ini yang turut hadir diwakili oleh Prof. Dr. Fathur Rokhman, Dr. dr. Neni Susilaningsih, serta apt. Wahyu Widayani.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Sido Muncul, Maria Reviani Hidayat, menyampaikan bahwa proses pengembangan portal digital Sido HerbalPedia memakan waktu satu tahun.
"Sido HerbalPedia menjadi bentuk komitmen kami dalam memberikan edukasi penggunaan herbal di Indonesia. Portal ini memiliki tiga fitur utama: Literatur Herbal, Holistic Health Care, dan asisten AI bernama SiHerbie," jelas Maria.
3 Fitur Utama Sido HerbalPediaMaria menyebut, Sido HerbalPedia yang dapat diakses melalui situs website resmi https://sidoherbalpedia.com/ ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengetahui manfaat tanaman herbal untuk kesehatan. Jawaban-jawaban yang ditampilkan pun bersifat holistik dan berbasis ilmiah.
Tiga fitur utama Sido HerbalPedia yang bisa dijelajahi, yaitu:
1. Literatur HerbalLewat fitur Literatur Herbal, masyarakat bisa mendapatkan informasi lengkap seputar tanaman herbal. Mulai dari profil tanaman, manfaat kesehatan, hingga kajian ilmiah yang mendukung khasiatnya.
Agar lebih mudah, tanaman-tanaman tersebut dikelompokkan menjadi beberapa kategori kesehatan: Imunitas & Kesehatan Sehari-hari, Kesehatan Umum, Penyakit Degeneratif, dan masih banyak lagi.
2. Holistic Health CarePada fitur ini, masyarakat bisa mendapatkan jawaban langsung dari praktisi kesehatan.
"Jadi nanti kita harus isi beberapa data nih, misalnya keluhannya apa, terus lagi ada obat yang dikonsumsi gak. Jawabannya nanti dikirim via email dan ini kami sudah bekerja sama dengan dokter-dokter," jelas Maria.
3. SiHerbie - Your Smart Herbal AssistantBila ingin mendapatkan jawaban yang lebih cepat, masyarakat bisa bertanya langsung ke SiHerbie. Asisten virtual ini dapat memberikan rekomendasi herbal dan produk herbal alami yang telah terstandarisasi.
"Dengan teknologi AI, SiHerbie siap menjawab kapan pun dan dimana pun," ucap Maria.
Sido HerbalPedia Dorong Masyarakat untuk Lebih SehatKomisaris Independen Sido Muncul, DR. dr. Mohammad Adib Khumaidi, Sp.OT, mengatakan, hadirnya Sido HerbalPedia ini juga menjadi sebuah usaha untuk mendorong masyarakat menjadi lebih sehat.
"Apa yang dilakukan Sido Muncul ini mengajak masyarakat untuk lebih giat menjaga kesehatannya, daripada harus menunggu sakit terlebih dahulu. Jadi bentuknya memang preventif, dengan dasar ilmiah saat mereka ingin mengonsumsi herbal," ucap dr. Adib.
Senada dengan dr. Adib, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum sebagai Guru Besar Universitas Negeri Semarang sekaligus salah satu tim penyusun Sido HerbalPedia, memastikan bahwa seluruh sumber yang tertera pada portal digital tersebut telah terstandarisasi ilmiah dan bisa dibuktikan.
"Sido HerbalPedia berbasis klinis karena kami (tim penyusun) mengecek satu per satu, penelitiannya valid atau tidak. Ternyata semuanya valid (sesuai penelitian). Ini bentuk edukasi yang luar biasa, karena Sido HerbalPedia bisa jadi pilihan masyarakat untuk mencari manfaat-manfaat tumbuhan herbal secara praktis," kata Fathur.
Dengan adanya Sido HerbalPedia, Sido Muncul berharap dapat memperkuat posisi obat herbal sebagai warisan Nusantara yang bernilai tradisional, unggul, dan diakui secara ilmiah.
"Terakhir, dokter terbaik adalah diri kita sendiri. Obat terbaik datangnya dari alam," pungkas Irwan.





