Polisi telah meminta informasi driver ambulans hingga petugas damkar yang jadi korban jebakan debt collector (DC) pinjol untuk menagih utang debitur.
Nomor telepon yang digunakan untuk menjebak telah diperoleh polisi dan saat ini sedang ditelusuri.
"Petugas dari Satreskrim Polresta Sleman telah meminta informasi dari Rekan Driver Ambulans serta Damkarmat. Saat ini petugas tengah melaksanakan proses pengecekan berdasarkan nomor penelepon yang telah didapatkan petugas," kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan dalam keterangannya, Jumat (24/4).
Kepada masyarakat, polisi mengimbau agar berhati-hati saat meminjam di perusahaan pinjol. Pastikan perusahaan terdaftar resmi di OJK.
"Jika mengalami hal serupa dapat segera menghubungi 110 agar petugas kepolisian dapat segera menindaklanjuti informasi yang disampaikan," katanya.
Sebelumnya, pada Rabu (22/4) driver ambulans dan petugas damkar dijebak oleh DC pinjol untuk datang ke sebuah indekos di Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.
Driver ambulans diminta untuk menjemput pasien dan membawa ke rumah sakit. Sampai di sana orang yang dimaksud sudah pindah tiga tahun lalu.
Sementara petugas damkar mendapatkan laporan fiktif soal permohonan evakuasi ular. Sampai kos tidak ada ular.
Mereka kemudian menelepon balik nomor yang meminta bantuan tersebut. Penelepon mengakui berasal dari pinjol. Dalam percakapan telepon penelepon masih nekat meminta driver ambulans dan petugas damkar untuk menagih utang di debitur.





