Jakarta, VIVA – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat mendorong dunia usaha untuk tidak hanya beradaptasi, tetapi juga bertransformasi secara lebih strategis.
Karenanya, PT VADS Indonesia menegaskan komitmennya untuk mengambil peran lebih strategis menyediakan solusi Agentic AI yang terintegrasi bagi dunia usaha di Indonesia. Agentic AI memungkinkan perusahaan bergerak lebih cepat, adaptif, dan presisi dalam merespons kebutuhan pelanggan.
"Melalui pemanfaatan yang tepat, teknologi ini tidak hanya membantu mengotomatisasi proses, tetapi juga memperkuat pengambilan keputusan berbasis data serta meningkatkan pengalaman pelanggan secara menyeluruh. Hal ini menjadi penting bagi perusahaan yang ingin tetap relevan dan kompetitif di tengah dinamika bisnis yang terus berkembang,” ujar Chief Executive Officer PT VADS Indonesia Idi Amir Ismail, dikutip dari keterangannya, Jumat, 24 April 2026.
Menjawab kebutuhan dunia usaha, lanjut dia, ADS menggelar pertemuan bertajuk “The Agentic Shift: Orchestrating Business Autonomy” di Jakarta. Acara ini mempertemukan para pemimpin industri, praktisi bisnis, dan pemangku kepentingan lintas sektor untuk membahas arah perkembangan AI dalam dunia bisnis, dengan fokus pada pergeseran dari Generative AI menuju Agentic AI yang dinilai mampu mendorong bisnis menjadi lebih otonom dan adaptif.
Komitmen tersebut kemudian diperkuat melalui sesi pemaparan yang menghadirkan Danial Zamzamzairani dari TM Global, yang menekankan pentingnya infrastruktur sebagai fondasi Agentic AI melalui konektivitas berkecepatan tinggi, low-latency, serta GPU as a Service (GPUaaS) untuk mendukung implementasi yang scalable.
Setelah sesi pemaparan, acara kemudian berlanjut ke sesi panel discussion yang dipandu oleh Deddy Hermansyah selaku Chief Sales and Marketing Officer PT VADS Indonesia, dengan menghadirkan Ratih Aprilia dari Haier Sales Indonesia dan Frank Cho selaku Regional Sales Director dari AI Rudder.
"Diskusi ini menegaskan bahwa teknologi hanya mencakup sekitar 20% dari proses digitalisasi, sementara 80% lainnya ditentukan oleh kesiapan operasional dan peran manusia, termasuk kontribusi tenaga ahli di VADS," tambahnya.
Melalui rangkaian sesi interaktif tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai penerapan AI dalam bisnis, sekaligus menyadari pentingnya keseimbangan antara teknologi dan operasional dalam mendorong transformasi yang berkelanjutan.





