Tentara Amerika Menang Taruhan Ratusan Ribu Dolar AS Digeruduk FBI atas Penangkapan Maduro

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Seorang tentara Amerika menang taruhan ratusan ribu dolar AS saat penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro pada 31 Januari lalu.

Tentara Amerika yang bernama Gannon Ken Van Dyke berhasil meraup keuntungan hingga 400.000 dolar Amerika atau hampir 7 miliar rupiah dengan berdagang di Polymarket.

Taruhan yang dilakukan oleh Van Dyke terkait dengan keberhasilan tentara Amerika menangkap Maduro.

Dalam dakwaannya, Departemen Kehakiman menyampaikan jika Gannon Ken Van Dyke yang merupakan seorang prajurit Angkatan Darat AS, menggunakan informasi pemerintah rahasia secara tidak sah untuk keuntungan pribadi.

BACA JUGA:Timtim Maduro

Selain itu, Van Dyke juga dituduh atas pencurian informasi pemerintah nonpublik, penipuan komoditas, penipuan kawat, dan melakukan transaksi moneter yang melanggar hukum.

Tuduhan tersebut muncul dari dugaan Van Dyke menggunakan informasi rahasia sensitif untuk bertaruh di Polymarket, sebuah pasar prediksi.

Dalam dakwaan tersebut, Van Dyke juga berpartisipasi dalam perencanaan dan pelaksanaan operasi militer AS untuk menangkap Nicolás Maduro dengan ‘Operasi Absolute Resolve’.

Untuk operasi ini sendiri diungkapkan jika Van Dyke menggunakan aksesnya ke informasi rahasia tentang operasi tersebut untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Van Dyke akan dihadirkan pada Kamis 23 April di hadapan Hakim Magistrat AS Brian S. Meyers di Distrik Timur Carolina Utara dan ditangani oleh Hakim Distrik AS Margaret M. Garnett di Distrik Selatan New York.

BACA JUGA:Penampakan Penjara Nicolas Maduro di AS, Rutan Terkejam Bak Neraka Dunia

“Anggota kepolisian kita dipercayai dengan informasi rahasia untuk menyelesaikan misi mereka seaman dan seefektif mungkin, dan dilarang menggunakan informasi yang sangat sensitif ini untuk keuntungan finansial pribadi,” kata Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche.

“Akses luas ke pasar prediksi adalah fenomena yang relatif baru, tetapi undang-undang federal yang melindungi informasi keamanan nasional sepenuhnya berlaku,” tambahnya.

“Pengumuman hari ini memperjelas bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum, dan FBI akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk membela tanah air dan menjaga rahasia negara kita,” kata Direktur FBI Kash Patel.

“Siapa pun yang memegang izin keamanan yang berpikir untuk memanfaatkan akses dan pengetahuan mereka untuk keuntungan pribadi akan dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Optimistis Bangun Perbatasan, Tito Karnavian Sebut Program RTLH Bakal Pancing Sektor Lain
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Gempa Dangkal M4,6 Guncang Ternate Maluku Utara
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Cara Peruri Dukung Peningkatan Kualitas SDM via Sektor Pendidikan
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ketum PGI Sebut Ceramah JK di UGM Dipelesetkan
• 2 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Produksi Meningkat, 5 Negara Ingin Borong Pupuk Urea Indonesia
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.