Perkembangan teknologi digital membuka peluang pekerjaan yang lebih inklusif untuk siapa saja, termasuk perempuan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, per tahun 2025 ada lebih dari 37 juta UMKM yang dikelola oleh perempuan. Hal ini mencerminkan tingginya produktivitas dan kreativitas para ‘Kartini Modern’.
Untuk mendukung perempuan Indonesia memaksimalkan peluang ekonomi digital, Shopee bersama lima mitra logistik di Indonesia: Anteraja, JNE, Pos Indonesia, SiCepat, dan SPX Express, mengadakan pelatihan digital bertajuk ‘Siap Bersaing di Era Perubahan bersama Mitra Logistik’ di momen Hari Kartini 2026.
Director of Business Partnership Shopee Indonesia, Daniel Minardi mengatakan keberadaan platform e-commerce seperti Shopee membuka ruang-ruang baru bagi perempuan untuk menikmati manfaat ekonomi di ekosistem digital.
“Semangat Kartini kami wujudkan melalui langkah nyata dengan membuka akses pelatihan, pendampingan, dan peluang penghasilan bagi perempuan di ekosistem Shopee. Bersama mitra logistik, kami memastikan para peserta tidak hanya memahami dasar digital, tetapi juga mampu langsung memulai dan mengembangkan usaha, menciptakan sumber pendapatan baru, dan berkontribusi pada ketahanan ekonomi keluarga,” jelas Daniel.
Daniel menyebut, setiap perempuan di Tanah Air bisa menjalankan kegiatan produktif di ruang digital melalui ekosistem Shopee sebagai Penjual Shopee, menjadi affiliator dalam Shopee Affiliate Program, atau menjalankan bisnis ritel produk digital lewat program Mitra Shopee.
"Bagi teman-teman perempuan yang ingin merintis bisnis UMKM, Shopee memiliki Program Sukses UMKM Baru, program dukungan bagi UMKM yang baru mulai berjualan online di Shopee. Penjual baru di Shopee bisa memanfaatkan insentif senilai total Rp 4 juta untuk memulai pengembangan tokonya," jelas Daniel.
Sementara para perempuan yang masih baru belajar strategi mengelola bisnis juga tak perlu khawatir. Shopee memiliki fasilitas pelatihan melalui Kampus UMKM Shopee Kelas Online yang dapat diakses gratis setiap hari Senin-Jumat dan dilatih oleh trainer bersertifikasi BNSP.
Di kelas online ini, kata Daniel, penjual Shopee akan mendapatkan pelatihan untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan bisnis, mulai dari manajemen stok, strategi pemasaran digital, mengatur strategi promosi, dan sebagainya.
Shopee juga menghadirkan ruang bagi perempuan yang suka berkarya membuat konten video kreatif lewat Shopee Affiliate Program. Cukup dengan modal smartphone dan akses internet, para perempuan bisa mulai berkarya dan mendapatkan uang dari komisi sebagai Shopee Affiliate.
Misalnya, affiliate Shopee membuat konten video untuk diunggah ke Shopee Video, membuat postingan media sosial pribadi dengan menambahkan tautan produk di kontennya, hingga mengadakan esi Shopee Live untuk mempromosikan produk-produk dari Penjual Shopee.
Selain opsi pekerjaan di ruang digital, para perempuan juga dapat menjajaki bisnis ritel sebagai Mitra Shopee yang menjual berbagai produk digital yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari, seperti pulsa, paket data, token PLN, voucher game dan produk digital lainnya.
Kegiatan pelatihan ini juga disambut baik oleh para mitra logistik Shopee. Mereka menyadari bahwa pemberdayaan kurir perempuan dan keluarga kurir juga akan berdampak positif pada kesejahteraan keluarga kurir secara jangka panjang.
Salah satu srikandi Anteraja yang mengikuti pelatihan digital di Kampus UMKM Shopee, Riska, mengaku, ia mendapatkan pengetahuan-pengetahuan baru soal pengembangan bisnis lewat pelatihan ini.
"Kalau saya sendiri tertarik untuk coba jadi Shopee Affiliate untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Menarik juga bisa buat konten-konten di media sosial di sela waktu kerja," ujar Riska.
Ia pun bersemangat untuk menjajaki peluang di ekonomi digital setelah mengikuti pelatihan dari Shopee bersama para mitra logistik.





