TABLOIDBINTANG.COM - Denada bisa bernapas lega. Gugatan yang dilayangkan oleh Ressa Risky Rossano terkait dugaan penelantaran anak resmi ditolak oleh Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur, melalui putusan sela. Dengan keputusan tersebut, gugatan yang juga memuat tuntutan ganti rugi sebesar Rp7 miliar tidak dilanjutkan.
Manajer Denada, Risna Ories, menyampaikan bahwa hasil persidangan tersebut menjadi angin segar bagi kliennya. “Alhamdulillah, setidaknya apa yang dituntut oleh pihak penggugat (Ressa) tidak diterima oleh pengadilan. Sudah ada putusan resmi dari pengadilan yang menolak gugatan tersebut,” ujarnya saat ditemui di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Rabu (22/4) malam. “Intinya poin-poin eksepsi Denada diterima oleh pengadilan," lanjutnya.
Meski tidak merinci isi putusan sela, Risna menegaskan bahwa hasil tersebut membuktikan tidak adanya penelantaran anak seperti yang dituduhkan. “Saya ikut senang karena akhirnya apa yang ingin dibuktikan oleh Denada terbukti benar. Tidak ada penelantaran anak,” tegasnya.
Pasca putusan tersebut, Denada disebut telah menyiapkan sejumlah rencana keluarga. Salah satunya adalah mempertemukan Ressa dengan putrinya di Singapura.
“Ada banyak rencana, salah satunya Denada ingin Resa bertemu dengan Aisha di Singapura agar mereka bisa memiliki waktu keluarga yang intim,” jelas Risna. Ia melanjutkan, “Denada juga ingin banyak berdiskusi dan mengobrol dengan Resa karena selama ini mereka belum punya waktu banyak untuk itu.”
Risna juga mengungkapkan bahwa Denada terakhir kali bertemu dengan Ressa saat momen Lebaran. Kesibukan pekerjaan membuat intensitas pertemuan menjadi terbatas, meskipun komunikasi tetap terjalin.
Selain itu, Denada juga menawarkan agar Ressa tinggal di kediamannya di Jakarta. Hal ini bertujuan untuk memudahkan komunikasi sekaligus menjaga rumah saat ia harus bepergian. “Ya, Denada menawarkan Resa untuk tinggal di rumahnya di Jakarta karena letaknya dekat dengan rumah saya. Jadi kalau ada apa-apa atau ingin diskusi lebih enak,” ujarnya.
Menurut Risna, keputusan tersebut juga dilatarbelakangi oleh aktivitas Denada yang kerap berada di luar kota maupun di Singapura untuk mendampingi putrinya. “Apalagi Denada sering bekerja di luar kota atau berada di Singapura untuk menemani Aisha, jadi ia ingin ada yang menjaga rumah dan bisa tetap berkomunikasi dengan Resa,” tutupnya.




