Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah atau Bank Jateng membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp328,33 miliar pada kuartal I/2026.
Berdasarkan laporan keuangan yang terbit di Harian Bisnis Indonesia, Jumat (24/4/2026), capaian laba tersebut turun 6,44% (year on year/YoY) dari Rp350,93 miliar.
Bank Jateng mencatat pendapatan bunga mencapai Rp1,87 triliun. Adapun, pendapatan bunga bersihnya sebesar Rp1,27 triliun, naik 5,83% YoY dari Rp1,20 triliun.
Sementara itu, terlihat beban tenaga kerja menjadi yang tertinggi dengan mencapai Rp392,34 miliar. Kemudian diikuti kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) sebesar Rp277,58 miliar dan beban lainnya sebesar Rp214,21 miliar.
Menilik neracanya, total aset Bank Jateng hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp93,97 triliun. Total ini sudah termasuk dengan pembiayaan syariah yang mencapai Rp4,65 triliun. Sementara itu, kredit yang diberikan mencapai Rp59 triliun.
Kemudian, total liabilitas Bank Jateng mencapai Rp83,50 triliun dan ekuitasnya sebesar Rp10,47 triliun. Dengan demikian, total liabilitas dan ekuitas mencapai Rp93,97 triliun.
Baca Juga
- Bank Jateng Bangun Gedung 4 Lantai di Semarang, Bidik Keragaman Potensi Ekonomi
- Bank Jateng Tuan Rumah Undian Nasional Simpeda 2026 Berhadiah Rp3 Miliar
- Jelang Pengundian, Bank Jateng Resmi Segel Simpeda 2026
Di lain sisi, NPL Bank Jateng per Maret 2026 tercatat sebesar 4,27% untuk NPL gross dan 0,40 untuk NPL nett. Sementara itu, ROA 1,79% dan ROE sebesar 12,40%.





