JAKARTA, KOMPASTV - Akademisi Rocky Gerung menegaskan bahwa kebebasan akademik tidak perlu diminta kepada negara, karena sudah melekat pada status intelektual itu sendiri.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk politik dan kebebasan akademik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (23/4/2026) siang.
Menurut Rocky, seorang akademisi memiliki kebebasan berbicara sebagai konsekuensi dari identitasnya sebagai intelektual.
“Kalau saya akademisi, maka saya bebas berbicara. Tidak perlu menuntut negara melindungi kebebasan itu. Tugas negara adalah menghormati kebebasan tersebut,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perbedaan mendasar antara negara dan akademisi dalam perspektif filsafat.
“Telos akademisi adalah kejujuran, sementara negara cenderung memiliki kepentingan yang bisa menyimpang,” kata Rocky.
Selain itu, ia mendorong agar ruang diskursus di kampus dibuka seluas-luasnya, sehingga berbagai persoalan dapat dibahas secara terbuka dan rasional.
Di sisi lain, sebelumnya Guru Besar UIN sekaligus pengamat politik Saiful Mujani mengaku siap menjalani proses hukum atas laporan terhadap dirinya dalam kasus dugaan makar dan penghasutan.
Mujani menyatakan akan memenuhi panggilan kepolisian untuk dimintai keterangan, termasuk jika harus menjalani penahanan.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Video Editor: Joshua
#rockygerung #saifulmujani
Baca Juga: Trump Beri Perintah Hancurkan Kapal Iran yang Pasang Ranjau di Selat Hormuz: Tak Boleh Ragu
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- rocky gerung
- saiful mujani





