Kasus debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) di Sleman tidak hanya menjebak ambulans dan damkar. Mereka juga mempermainkan jasa sedot WC.
Hal ini disampaikan oleh perempuan berinisial Y yang rumahnya didatangi damkar dan ambulans yang dijebak DC pinjol. Menurut pengakuannya, jasa sedot WC itu datang pada Rabu (22/4) sore, tepat setelah damkar dan ambulans.
"Sedot WC. Itu setelah dua itu (damkar dan ambulans). Di hari yang sama. (Kalau jam) saya nggak tahu detailnya. Saya belum pulang, saya sampai rumah jam setengah 8 malam," kata Y yang berprofesi sebagai guru dan mengajar bimbel, saat ditemui pada Jumat (24/4).
Saat itu, tukang sedot WC ditemui oleh suami Y. Kepada petugas, suami Y menjelaskan bahwa mereka telah ditipu.
Setelah petugas ambulans dan damkar pulang, tukang sedot WC juga datang ke lokasi.
"Tukang sedot WC-nya juga bilang sudah yang ketiga kali ditipu seperti ini," katanya.
Diawali Kedatangan Damkar
Y bercerita, yang pertama kali datang adalah damkar sekitar pukul 14.40 WIB pada Rabu (22/4). Saat itu, ia belum berangkat kerja sehingga sempat bertemu. Rumah Y berada di dalam gang.
Ada orang tak dikenal yang menghubungi damkar dengan alasan evakuasi ular.
"Kaget, ternyata di depan rumah sudah ada petugas damkar dua orang. Tetangga ikut datang karena laporannya kan ular," katanya.
Saat itu, Y mengatakan kepada petugas damkar bahwa dirinya tidak membuat laporan terkait ular dan petugas diminta untuk menghubungi nomor pelapor.
Setelah damkar, ambulans datang ke rumah. Saat itu, Y sudah berangkat kerja, sehingga suaminya yang menemui petugas ambulans.
"Saya ngajar dapat satu sesi, tetangga memasukkan informasi di grup RW (soal adanya ambulans)," katanya.
Tidak Tahu Menahu
Terkait kedatangan damkar, ambulans, hingga jasa sedot WC, Y mengaku tidak tahu menahu.
"Nggak ada (saya menghubungi) dan katanya nomornya itu kan berbeda-beda, tidak satu nama," katanya.
Ia juga tidak mengetahui apakah rumahnya dicatut atau tidak. Berdasarkan informasi dari ambulans, mereka diminta menjemput anak kos. Menurut Y, dulu memang ada orang yang ngekos di rumah tersebut.
"Laporannya anak kos di tempat saya ada yang sakit. Memang kos yang menempati banyak," katanya.
Bagi Y, dirinya tidak dirugikan dalam hal ini. Namun, peristiwa tersebut membuatnya kaget. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang.
"Tidak tahu menahu, tiba-tiba pada datang. (Harapannya) jangan terulang. Petugas damkar kan petugas publik yang bisa sewaktu-waktu ditelepon (masyarakat) dan harus siap mobile," pungkasnya.
Polisi Menyelidiki
Polisi saat ini tengah mengusut kasus tersebut. Kapolresta Sleman Kombes Pol Adhitya Panji Anom mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, nomor yang diduga digunakan debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) untuk menjebak ambulans dan damkar di Sleman terdeteksi berada di Sumatera Utara.
"Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk penelusuran terhadap nomor telepon yang digunakan pelaku, yang terdeteksi berada di wilayah Sumatera Utara," kata Adhitya saat dikonfirmasi, Jumat (24/4).
Penyelidikan masih terus dilakukan jajaran Satreskrim Polresta Sleman. Sampai saat ini, belum ada pihak yang diamankan.
"Untuk sementara, belum ada pihak yang diamankan. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan kembali," katanya.





