Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) membantu sekolah internasional dalam mengukur capaian murid sesuai dengan standar pendidikan nasional.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan seluruh proses pendidikan perlu diarahkan untuk mencapai mutu pembelajaran sebagai tujuan utama.
“Yang perlu terus dilakukan adalah mewujudkan visi misi dari Kemendikdasmen, yaitu untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Jadi, orientasinya pada kualitas pembelajaran, kualitas hasil pendidikan,” ujarnya dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Jumat.
Atip menjelaskan TKA merupakan bagian dari upaya evaluasi untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan dalam proses pendidikan, mulai dari kompetensi guru, metode pembelajaran, hingga fasilitas pendukung yang perlu ditingkatkan.
“TKA adalah untuk mengevaluasi apa yang kurang yang harus ditingkatkan. Tujuannya sama supaya pendidikan lebih berkualitas, karena tanpa evaluasi kita tidak akan pernah bisa mengetahui kekurangannya di mana. Apa kekurangannya dari para guru, kemudian juga metode pembelajarannya apa bahkan juga fasilitas yang harus tersedia itu juga kita evaluasi. Oleh karena itu, dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan TKA,” kata Atip.
Baca juga: Kemendikdasmen terima praktik baik kolaborasi pelaksanaan TKA di Papua
Pada kesempatan yang sama, Kepala SD Intan Permata Hati Surabaya Dewa Made menyampaikan sebagai sekolah yang menggunakan kurikulum Cambridge, TKA menjadi sarana penting untuk mengukur capaian murid berdasarkan standar kurikulum nasional.
“Harapannya TKA ini bisa terus berjalan sehingga kami bisa mengukur kemampuan murid sesuai standar kurikulum pemerintah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan antusiasme orang tua terhadap pelaksanaan TKA cukup tinggi karena mereka dapat melihat sejauh mana kemampuan anak-anaknya terukur sesuai standar nasional.
Sementara itu, perwakilan SD Intan Permata Hati dari Bagian Kurikulum Fani mengatakan TKA menjadi sarana evaluasi penting yang tidak hanya mengukur capaian belajar murid, namun juga sebagai bahan refleksi bagi guru dalam melihat penguasaan materi serta menentukan tindak lanjut pembelajaran.
“TKA ini untuk mengevaluasi pembelajaran murid sehingga kami berharap mereka bisa memberikan yang terbaik dan guru-guru juga bisa mengevaluasi jika nanti nilainya ada yang perlu dibantu, kami bisa memberikan lebih lagi,” kata Fani.
Baca juga: Kemendikdasmen: TKA SD di Bantul tetap lancar meski sarana terbatas
Baca juga: Kemendikdasmen apresiasi keterlibatan Kemkomdigi tekan pelanggaran TKA
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan seluruh proses pendidikan perlu diarahkan untuk mencapai mutu pembelajaran sebagai tujuan utama.
“Yang perlu terus dilakukan adalah mewujudkan visi misi dari Kemendikdasmen, yaitu untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Jadi, orientasinya pada kualitas pembelajaran, kualitas hasil pendidikan,” ujarnya dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Jumat.
Atip menjelaskan TKA merupakan bagian dari upaya evaluasi untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan dalam proses pendidikan, mulai dari kompetensi guru, metode pembelajaran, hingga fasilitas pendukung yang perlu ditingkatkan.
“TKA adalah untuk mengevaluasi apa yang kurang yang harus ditingkatkan. Tujuannya sama supaya pendidikan lebih berkualitas, karena tanpa evaluasi kita tidak akan pernah bisa mengetahui kekurangannya di mana. Apa kekurangannya dari para guru, kemudian juga metode pembelajarannya apa bahkan juga fasilitas yang harus tersedia itu juga kita evaluasi. Oleh karena itu, dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan TKA,” kata Atip.
Baca juga: Kemendikdasmen terima praktik baik kolaborasi pelaksanaan TKA di Papua
Pada kesempatan yang sama, Kepala SD Intan Permata Hati Surabaya Dewa Made menyampaikan sebagai sekolah yang menggunakan kurikulum Cambridge, TKA menjadi sarana penting untuk mengukur capaian murid berdasarkan standar kurikulum nasional.
“Harapannya TKA ini bisa terus berjalan sehingga kami bisa mengukur kemampuan murid sesuai standar kurikulum pemerintah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan antusiasme orang tua terhadap pelaksanaan TKA cukup tinggi karena mereka dapat melihat sejauh mana kemampuan anak-anaknya terukur sesuai standar nasional.
Sementara itu, perwakilan SD Intan Permata Hati dari Bagian Kurikulum Fani mengatakan TKA menjadi sarana evaluasi penting yang tidak hanya mengukur capaian belajar murid, namun juga sebagai bahan refleksi bagi guru dalam melihat penguasaan materi serta menentukan tindak lanjut pembelajaran.
“TKA ini untuk mengevaluasi pembelajaran murid sehingga kami berharap mereka bisa memberikan yang terbaik dan guru-guru juga bisa mengevaluasi jika nanti nilainya ada yang perlu dibantu, kami bisa memberikan lebih lagi,” kata Fani.
Baca juga: Kemendikdasmen: TKA SD di Bantul tetap lancar meski sarana terbatas
Baca juga: Kemendikdasmen apresiasi keterlibatan Kemkomdigi tekan pelanggaran TKA





