Pemerintah terus mematangkan aspek pasokan dan harga menjelang implementasi biodiesel B50 secara nasional. Selain pengujian teknis, kesiapan bahan baku dan skema penetapan harga menjadi fokus utama agar program berjalan stabil di lapangan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut ketersediaan bahan baku fatty acid methyl ester (FAME) masih dalam kondisi aman. Meski begitu, perhitungan rinci tetap dilakukan untuk memastikan kecukupan pasokan seiring potensi lonjakan kebutuhan.
Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan pemerintah optimistis suplai FAME mampu memenuhi kebutuhan program B50. Hal ini menjadi salah satu indikator penting sebelum implementasi penuh dijalankan.
“Kalau saya prediksi cukup. Cukup. FAME-nya cukup,” ujar Eniya saat ditemui di Lembang, Selasa (21/4/2026).
Di sisi lain, skema harga biodiesel B50 akan tetap mengacu pada formula yang selama ini digunakan pemerintah. Penetapan harga akan dilakukan secara berkala mengikuti mekanisme yang sudah berjalan.
“Mengikuti formula. Kalau itu mengikuti formula kan tiap bulan kita keluarkan harganya,” kata Eniya.
Ia menambahkan, perhitungan lanjutan masih dilakukan bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas).
Langkah ini bertujuan untuk memproyeksikan kebutuhan konsumsi hingga akhir tahun sekaligus menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga.
Dengan kesiapan tersebut, pemerintah berharap implementasi B50 tidak hanya berjalan lancar dari sisi teknis, tetapi juga mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar.





