jpnn.com, JAKARTA - Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Faldo Maldini buka suara perihal kritikan atas kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Papua beberapa waktu lalu.
Gibran dikritik karena kunjungannya dianggap tidak memberikan dampak terhadap penyelesaian konflik di sejumlah wilayah Papua.
BACA JUGA: Kunjungan Wapres Dikritik, Pengamat Sarankan Gibran bin Jokowi Berkantor di Papua
Faldo menuturkan PSI sangat memahami adanya ekspektasi besar agar persoalan Papua segera tuntas.
“Namun, kita harus realistis bahwa masalah sekompleks ini butuh proses dan kehadiran Mas Gibran adalah langkah nyata untuk menyelesaikan masalah, dengan mendengar langsung suara rakyat di akar rumput,” ucap Faldo saat dihubungi JPNN.com, pada Jumat (24/4).
BACA JUGA: Dampingi Wapres Gibran, Wamendagri Ribka Beberkan Progres Signifikan Pembangunan DOB Papua
Menurut dia, kunjungan wapres itu adalah bagian tak terpisahkan dari proses panjang termasuk juga tugas langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Karena bagi kami di PSI, hadir langsung di lapangan adalah cara terbaik untuk menegaskan bahwa Papua adalah Indonesia yang harus selalu dirangkul dalam setiap kebijakan pemerintah,” jelasnya.
BACA JUGA: Bongkar Peredaran Narkoba, Polda Papua Barat Tangkap 3 Tersangka, Sita 1,46 Kg Ganja
Faldo mengeklaim bahwa PSI berdiri teguh mendukung semua upaya percepatan perbaikan kesejahteraan di Papua.
Terlebih, mereka percaya peningkatan taraf hidup masyarakat menjadi salah satu cara menuju perdamaian.
“Jalan menuju perdamaian yang berkeadilan dan komitmen itulah yang sedang dibuktikan secara konkret oleh Mas Gibran di lapangan,” tutur Faldo.
Sebelumnya, anggota DPR Papua Tengah Nancy Raweyai mengkritik kunjungan kerja Gibran ke wilayah provinsi dengan ibu kota Nabire itu pada 20-22 April.
Nancy mempertanyakan hasil dari kunjungan Gibran, terutama dampaknya terhadap penyelesaian konflik di sejumlah wilayah Papua.
Menurut dia, kunjungan Gibran belum menunjukkan arah kebijakan signifikan bagi Papua Tengah sebagai daerah otonomi baru. (mcr4/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Begini Cara Gibran Menyerangkan Mama Janda Papua di Hari Kartini, Luar Biasa!
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




