Rosan Bertemu Bos Temasek, Bahas Kerja Sama Sektor Energi Terbarukan

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga sebagai CEO Danantara, Rosan P Roeslani telah menemui dengan CEO Temasek Dilhan Pillay Sandrasegara. Keduanya membahas terkait dengan penguatan kerja sama di bidang energi terbarukan.

Di akun Instagram-nya @rosanroeslani, Rosan mengatakan bahwa kemitraan Indonesia dan Temasek terus berkembang dengan menjajaki peluang di sektor green growth

"Bersama CEO Temasek, Mr. Dilhan Pillay Sandrasegara, kami membahas perluasan kerja sama energi terbarukan, infrastruktur listrik lintas batas, serta pengembangan kawasan industri rendah karbon," kata Rosan dikutip dari akun media sosial Instagram, Kamis (23/4/2026).

Pembahasan keduanya juga mencakup kabar terbaru terkait kondisi global dan dinamika geopolitik. Selain itu, dibahas terkait pertukaran perspektif dan best practices dalam pengelolaan investasi serta transisi energi. 

Menurut Rosan, portofolio Temasek di Indonesia menjadi fondasi untuk mendorong energi bersih, kawasan industri hijau, hingga infrastruktur digital seperti data center yang didukung listrik rendah emisi. 

"Kolaborasi ini akan memperluas investasi Temasek secara bertahap dari proyek yang sudah berjalan menuju inisiatif transformasional yang memperkuat hilirisasi, meningkatkan daya saing ekspor, serta menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja di dalam negeri," katanya.

Baca Juga

  • Rosan Lapor ke Prabowo: Realisasi Investasi Rp498,79 Triliun Kuartal I 2026
  • Pecah Rekor, Nilai Portofolio Temasek Tembus US$339 Miliar
  • SWF Korea Selatan, Temasek, dan Danantara Bidik Sektor Startup & Teknologi

Sebelumnya, Rosan telah melaporkan terkait realisasi investasi Indonesia yang mencapai Rp498,79 triliun per kuartal I/2026. Realisasi investasi juga meningkat 7,22% secara tahunan (Year on Year/YoY). 

Untuk penanaman modal asing terdapat sejumlah negara yang menyumbang investasi terbesar, yakni Singapura sekitar US$4,6 miliar, Hong Kong US$2,7 miliar, China US$2,2 miliar, AS US$1,7 miliar, dan Jepang US$1 miliar.

Adapun, terdapat sejumlah sektor yang mendominasi investasi yakni industri logam dasar atau barang logam seperti smelter dan yang lain-lain. Kemudian jasa lainnya, pertambangan, perumahan, kawasan industri, transportasi, gudang, serta telekomunikasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
UU PPRT Disahkan DPR, Negara Perkuat Perlindungan HAM Pekerja Rumah Tangga
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Jadwal Liga Prancis: Paris Saint-Germain dan Lens berburu poin Krusial
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Mixue Tutup 428 Gerai Sepanjang 2025, Termasuk di Indonesia dan Vietnam
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Calon Jemaah Haji di Madinah Diminta Patuh Aturan
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PKB: Pembagian tingkatan kader lebih baik diserahkan ke parpol
• 16 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.