Dalam rangka memperingati Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026, Upbit Indonesia berpartisipasi dalam rangkaian roadshow edukasi yang digelar di Solo dan Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif industri untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap aset kripto, seiring dengan pesatnya pertumbuhan jumlah investor di Indonesia, khususnya dari kalangan generasi muda.
Bulan Literasi Kripto merupakan inisiatif tahunan yang diinisiasi oleh Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) bersama regulator untuk memperkuat literasi masyarakat terhadap ekosistem aset digital.
Tahun ini, rangkaian kegiatan kembali digelar di beberapa kota dengan pendekatan edukatif yang lebih inklusif, menjangkau mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum.
Kegiatan di Solo yang berlangsung di Universitas Sebelas Maret (UNS) mengangkat tema “Gen Z & Kripto: Melek Finansial atau Cuma Ikut Tren?”.
Diskusi ini menghadirkan sejumlah panelis dari berbagai pemangku kepentingan, antara lain Shania Lebang (Government Relations Upbit Indonesia), Teofilus Yusanto (Business Lead Triv), Indriana (Business Development & Research Lead Tokocrypto), Bagas Satriadi (Director Indonesia Coin Custodian), serta didukung oleh regulator dan akademisi.
Diskusi tersebut menyoroti meningkatnya partisipasi generasi muda dalam investasi kripto yang didorong oleh kemudahan akses informasi dan pengaruh media sosial. Namun, di balik tingginya adopsi tersebut, masih terdapat tantangan dalam hal pemahaman risiko dan pengambilan keputusan investasi yang rasional.
Upbit Indonesia melihat bahwa fenomena ini menjadi salah satu fokus utama dalam mendorong literasi. Tidak hanya menyediakan akses terhadap aset kripto, Upbit juga berupaya menghadirkan edukasi yang berkelanjutan melalui kolaborasi dengan regulator, komunitas, serta pelaku industri.
Resna Raniadi, CEO Upbit Indonesia sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal ABI, menyampaikan, “Generasi muda saat ini memiliki akses informasi yang sangat luas, namun tantangannya adalah bagaimana informasi tersebut dapat diolah menjadi pemahaman yang utuh.
Di Upbit, kami melihat literasi sebagai fondasi utama agar pengguna tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga memahami risiko dan potensi aset kripto secara lebih komprehensif.”
Kegiatan kemudian berlanjut di Yogyakarta melalui diskusi bertajuk “Takar Kripto 2026: Supercycle atau malah Bearish?” yang digelar di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW).
Diskusi ini menghadirkan panelis dari regulator dan pelaku industri, antara lain Ludy Arlianto (OJK), Teofilus Yusanto (Business Lead Development Triv), Pradipta Rohimone (CTO Mobee), Indriana (Business Development & Research Lead Tokocrypto), serta Lukas Lauw (Direktur CFX).
Forum ini membahas berbagai kemungkinan arah pasar kripto di tahun 2026, mulai dari potensi pertumbuhan yang didorong oleh adopsi institusional hingga risiko volatilitas yang masih menjadi tantangan utama.
Sejumlah pandangan menunjukkan bahwa pasar kripto mulai bergerak menuju fase yang lebih matang dengan fokus pada fundamental, namun tetap dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi global dan dinamika pasar.
Melalui diskusi ini, Upbit Indonesia menekankan pentingnya pendekatan yang lebih bijak dalam melihat aset kripto, tidak hanya sebagai peluang jangka pendek, tetapi sebagai bagian dari ekosistem keuangan digital masa depan yang masih dalam tahap berkembang. Edukasi menjadi kunci agar masyarakat dapat memahami berbagai skenario pasar dan mengambil keputusan investasi secara lebih rasional.
Resna Raniadi menegaskan bahwa literasi kripto merupakan tanggung jawab bersama, “Literasi kripto tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi semua stakeholders, antara regulator, pelaku industri, dan komunitas untuk memastikan masyarakat tidak hanya tertarik, tetapi juga memahami dengan baik bagaimana ekosistem ini bekerja.”.
Baca Juga: Anak Muda RI Makin Gila Kripto, Jadi Investasi Pertama Sebelum Saham
Partisipasi Upbit Indonesia dalam BLK 2026 mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan industri kripto yang lebih sehat dan berkelanjutan. Selain mendorong peningkatan jumlah pengguna, Upbit juga menekankan pentingnya kualitas pemahaman agar masyarakat dapat memanfaatkan aset digital secara bijak dan bertanggung jawab.
“Ke depan, kami percaya bahwa pertumbuhan industri kripto di Indonesia akan sangat ditentukan oleh kualitas literasi penggunanya. Oleh karena itu, Upbit Indonesia akan terus berperan aktif dalam menghadirkan inisiatif edukasi yang relevan, inklusif, dan berkelanjutan,” tutup Resna Raniadi.





