Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Tangerang
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan, Kota Tangerang, Banten, melibatkan 11 narapidana atau warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang sebagai relawan pencuci ompreng.
Kolaborasi ini menjadi contoh integrasi antara pelayanan gizi dan pemberdayaan sosial dalam operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dapur SPPG Babakan sendiri berlokasi di dalam area Lapas Kelas I Tangerang. Para warga binaan yang telah mendapatkan remisi dan akan segera kembali ke masyarakat ditugaskan khusus pada bagian pencucian ompreng, tanpa terlibat dalam proses pengolahan makanan. Seluruh aktivitas mereka dilakukan di bawah pengawasan ketat petugas Lapas.
Head Chef dapur SPPG Babakan Chef Kuming menjelaskan keterlibatan warga binaan ini melalui proses seleksi yang ketat oleh pihak Lapas.
“Kita bekerja sama dengan Lapas, dan kita memberikan tempat kepada warga binaan. Itu sekitar 11 orang,” ujar Kuming dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 24 April 2026.
Ia menegaskan para warga binaan tidak diperkenankan menyentuh makanan maupun menggunakan peralatan tajam selama bekerja. Pengawasan dilakukan secara intensif oleh petugas, bahkan hingga larut malam.
“Dari jam 2 siang, bahkan mereka pernah lembur sampai jam 2 pagi. Petugas sipir 4-5 orang tetap standby, menjaga di pintu depan, belakang, dan jendela. Jadi insyaallah aman,” ucap Kuming.
Meski berada dalam pengawasan ketat, Kuming menilai kinerja para warga binaan sangat baik, terutama dalam menjaga kebersihan dan kerapian.
“Omprengnya ini bisa dibilang perfect, clean,” tutur Kuming.
Ia membandingkan dengan kondisi di beberapa SPPG lain, di mana ompreng masih dalam keadaan basah pada pagi hari. Sementara di SPPG Babakan, seluruh peralatan sudah kering dan siap digunakan.
Sebelum mulai bekerja, para warga binaan juga mendapatkan pembekalan terkait standar operasional pencucian ompreng, mulai dari proses pembilasan, pencucian dengan sabun, pembilasan ulang, pengeringan, hingga sterilisasi dan penataan.
Kuming berharap keterlibatan ini tidak hanya membantu kelancaran operasional dapur, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan pemberdayaan warga binaan. Melalui kegiatan ini, mereka diharapkan lebih siap secara mental dan psikologis saat kembali ke tengah masyarakat.
Editor: Redaktur TVRINews





