JAKARTA, KOMPAS.TV- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini Jumat (24/4/2026) menguat tipis di level Rp 17.280. Rupiah menguat tipis dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.286 per dolar AS.
Bank Indonesia (BI) menilai bahwa nilai tukar rupiah berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued. Meski demikian, masih terdapat peluang bagi rupiah untuk kembali menguat seiring kondisi ekonomi domestik yang dinilai tetap solid.
Lantas, apa itu undervalued dan penyebabnya?
Baca Juga: [FULL] Harga BBM Aman, Rupiah Melemah! Kepala Ekonom IBC Soroti Komunikasi Fiskal Pemerintah
Apa Itu Undervalued?Menhutip United Nations Economic and Social Commission for Western Asia, undervalued adalah kondisi ketika suatu mata uang memiliki nilai tukar lebih rendah dari seharusnya. Suatu mata uang dapat dikatakan undervalued, ketika daya beli, penawaran, dan permintaannya semuanya kuat, tetapi harganya masih relatif rendah.
Dalam konteks nilai tukar, istilah undervalued merujuk pada kondisi ketika suatu mata uang dinilai lebih rendah dari nilai wajarnya dibandingkan mata uang lain. Hal ini berarti nilai rupiah dianggap terlalu lemah dibandingkan nilai yang seharusnya terhadap mata uang asing, seperti dolar AS.
Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan mata uang berada dalam kondisi undervalued. Berikut beberapa di antaranya:
1. Intervensi Bank Sentral
Bank sentral dapat secara sengaja melemahkan mata uangnya dengan menjual mata uang domestik dan membeli mata uang asing. Langkah ini biasanya dilakukan untuk meningkatkan daya saing ekspor karena harga barang menjadi lebih murah di pasar global.
2. Inflasi Tinggi
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- Undervalued
- Rupiah
- Rupiah lemah
- nilai tukar rupiah
- bank indonesia
- ekonomi domestik





