Analis: Ini yang Menjadikan Kekalahan AS Hadapi Iran Mirip dengan Perang Melawan Vietnam

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Majalah Foreign Policy menyatakan konflik saat ini antara Amerika Serikat dan Iran tidak sepenuhnya mirip dengan Perang Vietnam, namun semakin mencerminkan dinamika strategis yang menyebabkan kegagalan Amerika Serikat dalam perang tersebut pada 1970-an.

Dalam artikel tentang topik tersebut, penulis Michael Hirsch mengatakan Iran secara efektif menentukan ritme dengan mengadopsi strategi mirip dengan yang diterapkan oleh pemimpin Vietnam Ho Chi Minh dan sekutunya.

Baca Juga
  • Adegan Pejuang Al-Qassam di Medan Pertempuran Mencuri Perhatian
  • Perang Iran Menyedot Persediaan Rudal Canggih AS, Analis: Rentan Diserang Musuh
  • Analis Rusia: Perang Iran adalah Kekalahan Terbesar AS Sepanjang Sejarah

Strategi itu berhasil mengalahkan Amerika Serikat melalui kesabaran, ketahanan, dan tekanan politik, alih-alih keunggulan militer langsung.

Hirsch menekankan bahwa tekanan psikologis dan strategis yang dihadapi Amerika Serikat dalam perang melawan Iran saat ini sangat mirip dengan yang membingungkan kepemimpinan AS pada 1960-an selama Perang Vietnam.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Kesamaan utama terletak pada ketidakseimbangan antara kepentingan kedua belah pihak dan cakrawala waktu mereka.

Iran tampaknya siap menghadapi perang yang panjang, sementara Amerika Serikat mengupayakan hasil cepat, yang pada gilirannya membuatnya lebih rentan terhadap tekanan politik dan ekonomi internal.

Tidak ada negosiasi di bawah tekanan

Inti dari perbandingan ini terletak pada penolakan Iran untuk bernegosiasi di bawah tekanan. Hirsch membandingkan sikap ini dengan strategi Vietnam Utara, dengan mencatat bahwa "Ho Chi Minh" dan "Le Duan" berulang kali menolak tawaran Amerika hingga serangan udara dihentikan.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Wamentan Sudaryono: Tertinggi Sepanjang Sejarah
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Wamenkum: Polantas Representasi Negara Paling Dekat dengan Masyarakat
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Panglima IRGC Tegaskan Solidaritas Nasional Iran
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Bedah 15 Ribu Rumah Tidak Layak Huni, Mendagri: Hadirkan Keadilan bagi Masyarakat Perbatasan!
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Spesial Peringati Hari Transportasi Nasional: Tarif MRT, LRT dan Transjakarta hanya Rp 1
• 18 jam lalunarasi.tv
Berhasil disimpan.