REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Majalah Foreign Policy menyatakan konflik saat ini antara Amerika Serikat dan Iran tidak sepenuhnya mirip dengan Perang Vietnam, namun semakin mencerminkan dinamika strategis yang menyebabkan kegagalan Amerika Serikat dalam perang tersebut pada 1970-an.
Dalam artikel tentang topik tersebut, penulis Michael Hirsch mengatakan Iran secara efektif menentukan ritme dengan mengadopsi strategi mirip dengan yang diterapkan oleh pemimpin Vietnam Ho Chi Minh dan sekutunya.
Baca Juga
Adegan Pejuang Al-Qassam di Medan Pertempuran Mencuri Perhatian
Analis Rusia: Perang Iran adalah Kekalahan Terbesar AS Sepanjang Sejarah
Strategi itu berhasil mengalahkan Amerika Serikat melalui kesabaran, ketahanan, dan tekanan politik, alih-alih keunggulan militer langsung.
Hirsch menekankan bahwa tekanan psikologis dan strategis yang dihadapi Amerika Serikat dalam perang melawan Iran saat ini sangat mirip dengan yang membingungkan kepemimpinan AS pada 1960-an selama Perang Vietnam.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Kesamaan utama terletak pada ketidakseimbangan antara kepentingan kedua belah pihak dan cakrawala waktu mereka.
Iran tampaknya siap menghadapi perang yang panjang, sementara Amerika Serikat mengupayakan hasil cepat, yang pada gilirannya membuatnya lebih rentan terhadap tekanan politik dan ekonomi internal.
Tidak ada negosiasi di bawah tekanan
Inti dari perbandingan ini terletak pada penolakan Iran untuk bernegosiasi di bawah tekanan. Hirsch membandingkan sikap ini dengan strategi Vietnam Utara, dengan mencatat bahwa "Ho Chi Minh" dan "Le Duan" berulang kali menolak tawaran Amerika hingga serangan udara dihentikan.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)