Zaenudin (39) merupakan salah satu nelayan ikan sapu-sapu yang tinggal di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di kampungnya itu, orang yang berprofesi sebagai nelayan ikan sapu-sapu ada 25 orang, termasuk dirinya.
Menurut Zaenudin, pekerjaan ini telah menjadi mata pencaharian turun-temurun di keluarganya. Ayahnya hingga kakeknya pun melakukan hal yang sama.
Jauh sebelum ikan sapu-sapu viral di media sosial, kata dia, orang di kampungnya sudah biasa menangkap ikan sapu-sapu untuk pakan ternak maupun sebagai obat mengatasi rasa gatal. Dirinya pun mengaku turun mengkonsumsi ikan sapu-sapu.
"Yang menurut saya layak makan ya saya makan. Karena saya secara ini ya tahu ya kan ikan-ikan yang patut apa yang layak. Yang masih layak kita makan. Saya bikin olahan sendiri kaya bikin abon, bikin cilok sendiri, gitu," ungkap Zaenudin saat ditemui kumparan di rumahnya, Kamis (23/4).
Terkait dengan logam berat yang ada di ikan sapu-sapu, Zaenudin tak ambil pusing. Sebab, kata dia, ikan sapu-sapu yang dia ambil berasal dari sungai atau kali yang tidak begitu terkontaminasi. Dirinya pun mengkonsumsi ikan sapu-sapu hanya untuk keluarganya sendiri. Itu pun tidak setiap hari.
Sehari Bisa Dapat Satu KarungZaenudin menggantungkan penghasilan dengan mencari ikan sapu-sapu di wilayah Tangerang Selatan dan sekitar. Ikan sapu-sapu itu akan dijadikan daging fillet. Biasanya, kata dia, dijual untuk kebutuhan pakan ternak hingga umpan untuk memancing
"Kita minimal bawa 10 kg daging yang sudah difillet tuh. Ya, kalau untuk karungan mungkin satu karung. Satu karung itu jadi 10 kg daging. 10 kg daging itu minimal jadi uang ya Rp 150 ribu-an itu per hari," kata Zaenudin
Berdasarkan hitung-hitungan kumparan, Zaenudin bisa mengantongi Rp 4,5 juta dalam sebulan. Zaenuddin sendiri sudah berprofesi sebagai nelayan ikan sapu-sapu sejak 2019 silam. Tepatnya ketika dia mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) pada masa pandemi COVID-19.
Layaknya ayam potong, ikan sapu-sapu fillet yang sudah dikemas ke dalam bungkusan plastik berukuran satu kilogram itu disimpan ke dalam freezer besar. Bila ada pelanggan yang datang atau memesan, daging fillet itu sudah siap dijual baik dalam partai kecil maupun besar.





