Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Inggris resmi menandatangani kerja sama strategis di bidang maritim dengan menggandeng Maritime Partnership Programme, sebuah perusahaan terkemuka asal Inggris. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendorong kekuatan serta kedaulatan sektor kelautan Indonesia melalui pemanfaatan teknologi mutakhir.
Langkah besar ini merupakan tindak lanjut nyata pasca-kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris beberapa waktu lalu. Kunjungan ini menjadi landasan kuat bagi kedua negara dalam mengembangkan potensi kelautan bersama.
Baca juga: Menlu Malaysia: Tak Ada Keputusan Sepihak soal Selat Malaka, ASEAN Utamakan Konsensus
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan bahwa salah satu poin dalam kerja sama ini adalah program modernisasi kapal tangkap ikan milik Indonesia. Tercatat, lebih dari 1.500 kapal perikanan akan dilengkapi dengan teknologi terbaik akan hadir di Indonesia melalui kerja sama ini.
Program ini akan melibatkan kolaborasi erat dengan berbagai galangan kapal yang ada di dalam negeri untuk memastikan proses pembangunan dan pemeliharaan berjalan optimal.
Selain fokus pada pembaruan armada nelayan, program ini mencerminkan komitmen bersama antara Inggris dan Indonesia dalam menjaga stabilitas serta kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik. Kedua negara sepakat untuk menjunjung tinggi kebebasan navigasi dan mendukung tatanan internasional yang berbasis pada aturan.




