Ini Perbedaan Haji Reguler, Haji Plus, dan Haji Furoda, Lengkap dari Biaya hingga Waktu Tunggu Keberangkatan!

grid.id
15 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Ibadah haji menjadi impian besar bagi setiap Muslim di seluruh dunia. Namun, tak banyak yang tahu bahwa ada beberapa jenis haji dengan perbedaan signifikan.

Di Indonesia, terdapat tiga jenis program haji yang umum dikenal, yaitu haji reguler, haji plus, dan haji furoda. Perbedaan ketiganya tidak hanya terletak pada biaya, tetapi juga fasilitas hingga masa tunggu keberangkatan.

1. Haji Reguler

Haji reguler merupakan program resmi yang dikelola langsung oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Program ini menjadi pilihan mayoritas masyarakat karena biaya yang relatif lebih terjangkau.

Biaya haji reguler tahun 2025 berkisar sekitar Rp55 jutaan per orang. Namun, masa tunggu keberangkatannya cukup lama, bahkan bisa mencapai belasan hingga puluhan tahun tergantung daerah.

2. Haji Plus (Haji Khusus)

Haji plus adalah program haji yang dikelola oleh travel resmi dengan layanan lebih eksklusif. Jamaah akan mendapatkan fasilitas lebih nyaman dibandingkan haji reguler.

Biaya haji plus berkisar antara Rp200 juta hingga Rp315 juta per orang. Masa tunggu program ini lebih singkat, yakni sekitar lima hingga tujuh tahun.

3. Haji Furoda

Haji furoda dikenal sebagai program haji tanpa antre karena menggunakan visa undangan langsung dari pemerintah Arab Saudi. Program ini tidak termasuk dalam kuota resmi pemerintah Indonesia.

Biaya haji furoda tergolong paling mahal, yakni sekitar Rp450 juta hingga Rp485 juta per orang. Meski demikian, jamaah bisa berangkat di tahun yang sama tanpa harus menunggu lama.

 

Perbedaan utama dari ketiga jenis haji ini terletak pada sistem pengelolaan dan kuota. Haji reguler dan plus masuk dalam kuota pemerintah, sementara haji furoda bersifat non-kuota.

Selain itu, fasilitas yang diberikan juga berbeda cukup jauh. Haji furoda dan haji plus biasanya menawarkan hotel bintang lima serta jarak yang lebih dekat ke Masjidil Haram.

Dari sisi durasi, program haji plus dan furoda umumnya lebih singkat dibanding haji reguler. Hal ini membuat keduanya lebih diminati oleh jamaah yang menginginkan kenyamanan dan efisiensi waktu.

Namun, tingginya biaya menjadi pertimbangan utama bagi calon jamaah. Banyak masyarakat tetap memilih haji reguler meski harus menunggu lebih lama.

Setiap jenis haji memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemilihan program biasanya disesuaikan dengan kemampuan finansial serta kebutuhan jamaah.

Pemerintah pun terus mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam memilih travel haji. Pastikan penyelenggara memiliki izin resmi agar perjalanan ibadah tetap aman dan lancar.

Selain aspek teknis, ibadah haji juga memiliki makna spiritual yang mendalam. Setiap jamaah diharapkan mampu mempersiapkan diri secara fisik dan mental.

Ibadah haji bukan sekadar perjalanan, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, niat dan kesiapan menjadi hal utama yang perlu diperhatikan.

Pada akhirnya, baik haji reguler, plus, maupun furoda memiliki tujuan yang sama. Yakni menjalankan rukun Islam kelima dengan penuh keikhlasan.

Perbedaan jalur hanyalah soal fasilitas dan waktu. Sementara nilai ibadah tetap ditentukan oleh ketakwaan masing-masing individu.

Kabar ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami pilihan program haji yang tersedia. Sehingga calon jamaah dapat menentukan langkah terbaik menuju Tanah Suci. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Macet Parah "Sawangan Kubro", Pemkot Depok Percepat Pelebaran Jalan
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Kemenkop Gandeng CDF Canada, SDM Kopdes Merah Putih Digenjot agar Setara Standar Global
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Menembus Kampus Impian dengan Integritas
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Raymond/Joaquin Sempurnakan Kemenangan Tim Thomas Indonesia atas Aljazair
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
AS Kirim Menantu Trump ke Pakistan untuk Dialog dengan Iran
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.