MBG Disebut Jadi Fondasi Awal Membangun Kualitas SDM Anak Indonesia

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi taruhan utama dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045l Dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 282 juta jiwa, tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia bukan sekadar jumlah, melainkan bagaimana menciptakan bonus demografi yang unggul secara fisik dan kognitif.

Salah satu program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), disebut menjadi fondasi awal untuk membangun kualitas SDM anak-anak Indonesia melalui intervensi pemberian gizi. Dokter Spesialis sekaligus edukator kesehatan, dr. Andi Khomeini Takdir, Sp.PD atau dr. Koko menilai program MBG sebagai langkah konkret pemerintah dalam memenuhi kecukupan gizi nasional.

"Bonus demografi itu bukan hanya perihal jumlah penduduk, tapi juga kualitasnya. Upaya pemerintah untuk memberikan kecukupan gizi itu bagus, dan dari awal saya selalu mendukung itu," ujar dr. Koko dalam keterangannya, Jumat, 24 April 2026.

Hal ini juga sejalan dengan temuan Poltracking Indonesia dalam survei terbarunya. Hasil survei menunjukkan program MBG merupakan salah satu program pemerintah yang mendapatkan ekspektasi dan dukungan publik paling tinggi. Masyarakat melihat program ini sebagai solusi nyata bagi keluarga menengah ke bawah untuk menjamin kebutuhan makan anak-anak mereka, minimal sekali dalam sehari.

Menurut Koko, pemenuhan gizi tidak harus dibuat rumit. Dia menyarankan agar tata kelola program tetap akuntabel, namun simpel dalam penyajiannya.

"Kembali ke dasar. Nasi, ikan, sayur, telur, atau ayam suir itu sudah cukup. Jangan dibuat rumit. Anak-anak yang rutin mengonsumsi MBG akan terlatih lidahnya (taste education) sehingga tidak jadi pilih-pilih makanan (picky eater) juga," jelas dia.

Baca Juga:  Wapres Gibran Tinjau Program MBG di Yahukimo, Tekankan Pemerataan Gizi Anak



Ilustrasi makan bergizi gratis. Dok. Metrotvnews.com

Berdasarkan data dari Research Institute of Socio-Economic Development (RISED), menunjukkan sekitar 80 persen orang tua melaporkan perbaikan pola makan anak setelah adanya program MBG. Selain itu dengan memperkenalkan sayur dan buah sejak dini, anak-anak menjadi lebih terbiasa makan sayur dan protein.

Menurut Koko, kondisi ini baik untuk jangka panjang menurut. Pola makan yang baik tersebut akan sangat efektif mengurangi risiko penyakit tidak menular, seperti diabetes dan obesitas sejak dini.

Kendati memiliki dampak dan manfaat yang luas, Koko menyadari bahwa program ini masih perlu masukan dan perbaikan. Sebagai program berskala masif yang memberi makan jutaan orang, Koko menyadari adanya kendala teknis di lapangan. Namun, dia mengajak masyarakat untuk melihatnya sebagai sebuah proses besar yang perlu dikawal bersama.

"Kita akan berproses; tidak serta-merta program ini 100 persen bagus. Peran masyarakat adalah menjaga itu. Jika ada masukan atau kritik soal keterlambatan atau kualitas menu, pengelola jangan 'kebakaran jenggot'. Kritik itu bukan permusuhan, tapi bahan evaluasi agar ada perbaikan berkelanjutan," ujar dia.

Harapan untuk Keberlanjutan

Meskipun anggaran per porsi masih terbatas, Koko yakin dampaknya akan terasa secara akumulatif. "Apalagi ini akumulasi, setiap hari selama berbulan-bulan, bertahun-tahun. Dampaknya pasti ada daripada tidak ada sama sekali,” ujar dia.

Koko berharap program ini dapat dijaga keberlanjutannya. Dengan kolaborasi antara Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (SPPG), pemerintah, dan pengawasan masyarakat, Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan tangguh pada 2045.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cek Kabar Pembatasan Hijab bagi Karyawati, Anggota DPR Datangi Mal di Purwokerto
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Kepergok Korban, Satu Terduga Pencuri di Jakbar Ditangkap dan Dihakimi Massa
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
RI Susul AS Jadi Negara Tangguh Hadapi Krisis Energi, Golkar: Hasil Kerja Keras
• 20 jam laludetik.com
thumb
Persijap Ukir 3 Kemenangan Beruntun di BRI Super League, Mario Lemos Ingatkan Perjuangan Lolos Degradasi Belum Berakhir
• 1 jam lalubola.com
thumb
Indonesia Tolak Tarif Selat Malaka, Menlu Singgung Isi Konvensi PBB
• 5 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.