Indonesia Tolak Tarif Selat Malaka, Menlu Singgung Isi Konvensi PBB

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mengenakan tarif di Selat Malaka.

Sugiono menuturkan Indonesia mendukung kemerdekaan pelayaran dan kelancaran perdagangan yang netral dan saling mendukung.

"Kita juga berharap ada lintasan yang bebas dan saya kira itu semua adalah komitmen banyak negara untuk bisa menciptakan satu jalur pelayaran yang bebas, yang netral, (dan) saling mendukung," kata Sugiono, Jumat, 24 April 2026.

BACA JUGA:Gagasan Tol Selat Malaka Kandas? Malaysia-Singapura Tegas Tolak Pungutan Kapal

Sugiono pun menegaskan bahwa Indonesia menghormati hukum internasional, khususnya Konvensi PBB tentang Hukum Laut (United Nations Convention on the Law of the Sea/UNCLOS).

"Jadi, tidak. Indonesia tidak pada posisi untuk melakukan itu (memberlakukan tarif di Selat Malaka)," sambungnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terpikir untuk memungut pajak terhadap jalur pelayaran di Selat Malaka, sebagaimana yang mau dilakukan oleh Iran di Selat Hormuz.

BACA JUGA:Indonesia Tolak Pungutan Kapal di Selat Hormuz, Tegaskan Prinsip Freedom of Navigation

Kata dia, kebijakan itu bisa saja dilakukan, mengingat Indonesia selama ini memiliki posisi perairan strategis, sebagaimana kerap disampaikan Presiden Prabowo Subianto.

"Dan seperti arahan presiden, Indonesia ini bukan negara pinggiran, kita ada di jalur strategis perdagangan dan energi dunia, tapi kapal lewat Selat Malaka enggak kita charge, enggak tahu betul apa salah?" kata Purbaya dalam acara Simposium PT SMI 2026 di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Dilansir dari Straits Times, l ebih dari 200 kapal termasuk kapal kontainer, tanker minyak, dan kapal kargo curahmelintasi Selat Malaka setiap hari, mencapai lebih dari 90.000 kapal per tahun, atau sekitar seperempat perdagangan global.

BACA JUGA:Menlu Sugiono: Krisis Pupuk Global Imbas Selat Hormuz, RI Tetap Aman

Jumlah ini kira-kira dua kali lipat dari kapal yang melewati Selat Hormuz.

Selat Malaka jauh lebih sempit dibandingkan Selat Hormuz, menyempit hingga hanya 2,7 km di titik tersempit dekat Singapura, dengan kedalaman rata-rata sekitar 25 meter.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anev Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Bicara Pentingnya Kelancaran-Keselamatan Lalin
• 20 jam laludetik.com
thumb
Panggilan Kemanusiaan dan Rutinitas, Inilah Sisi Humanis Desiana Kartika Bahari
• 11 jam laludisway.id
thumb
Naskah Khutbah Jumat 24 April 2026: Ramai soal Ikan Sapu-sapu, Bolehkah Mengubur Hewan Hidup-hidup dalam Islam?
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
11 Titik Prioritas Penanganan Banjir Palembang, Efek Sedimentasi dan Sampah jadi Pemicu
• 51 menit lalubisnis.com
thumb
Ibu Muda Tersangka Kasus Maki Pemotor dan Toyor Anak di Mojokerto Ditahan
• 23 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.