JAKARTA, DISWAY.ID-- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan panjang dampak fenomena El Nino.
Upaya yang akan dilakukan untuk mengantisipasi kemarau panjang ialah membentuk Satuan Tugas (Satgas) air bersih bersama PAM Jaya, penyemprotan water mist, dan modifikasi cuaca.
BACA JUGA:Gaduh Tarif Selat Malaka, Purbaya: Bukan Kayak Preman Gitu, Lewat Bayar!
Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi kering yang dapat berdampak luas di ibu kota.
Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat mengatakan, berdasarkan koordinasi dengan BMKG serta instansi terkait, El Nino tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang ketimbang tahun 2023.
“Dampaknya ada tiga isu utama, yakni kekeringan, potensi kebakaran termasuk di kawasan perkotaan Jakarta, serta meningkatnya polusi udara,” ujar Marulitua, dalam keterangannya pada Jumat, 24 April 2026.
BACA JUGA:Indonesia Tolak Tarif Selat Malaka, Menlu Singgung Isi Konvensi PBB
Satgas air bersih akan diaktifkan kembali untuk memasok air langsung ke masyarakat khususnya di wilayah yang kekeringan.
BPBD DKI nantinya turut menyiapkan mobil tangki air yang dapat dioperasikan sewaktu-waktu.
Sementara untuk water mist serta perangkat serupa di sejumlah gedung akan diaktifkan untuk membantu menekan dampak polusi udara.
Selain itu, BPBD DKI juga tengah menyusun rencana bersama BMKG untuk pelaksanaan modifikasi cuaca pada periode kemarau, terutama saat puncak El Nino yang diperkirakan terjadi pada Agustus 2024.
BACA JUGA:Kasus Firli Bahuri Mandek, Kejati Jakarta Kembalikan SPDP yang Sudah 2 Tahun
"Rangkaian langkah tersebut nantinya akan dituangkan dalam Instruksi Gubernur sebagai pedoman seluruh perangkat daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering," ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Achmad Yani meminta, seluruh perangkat daerah tidak bekerja secara parsial, melainkan menyusun perencanaan dan langkah mitigasi secara terpadu.
“Harapannya semua dinas memiliki langkah antisipasi yang jelas dan terkoordinasi dengan baik, sehingga tidak menimbulkan dampak kerugian bagi masyarakat,” pumgkasnya.





