Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno mengakui keterbatasan fasilitas menjadi salah satu persoalan serius di tubuh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Hal ini disampaikannya menyusul data 35 personel yang meninggal dalam kurun satu tahun terakhir.
Rano menyoroti hingga kini Satpol PP DKI belum memiliki markas komando (mako) yang memadai, meski memiliki jumlah personel besar dan beban kerja tinggi di lapangan. Dia mengibaratkan kondisi tersebut sebagai sesuatu yang janggal jika dibandingkan dengan institusi lain.
Advertisement
“Kalau misalnya polisi tidak punya Polda, aneh gitu kan. Makanya Satpol PP tidak punya mako, aneh,” kata Rano di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut tidak ideal bagi institusi yang berperan sebagai penegak peraturan daerah. Dia menyebut bahwa Satpol PP DKI Jakarta mempunyai kebutuhan armada dan personel yang besar.
“Anda bisa bayangkan instansi yang begitu besar nggak punya mako. Ya, ada mako kecil ada di daerah mana itu? Kebon Sirih,” kata Rano.
“Satpol PP ini kan pelaksana undang-undang dalam penertiban. Dia pasti punya armada besar, armada tuh bukan hanya kendaraan tapi juga kepada karyawan-karyawan,” lanjut dia.




