Yogyakarta, tvOnenews.com - Penemuan jasad seorang pria lanjut usia (lansia) dalam kondisi tanpa busana dan telah membusuk menggegerkan sebuah penginapan di wilayah Klitren, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Kamis (23/4/2026) malam.
Jasad tersebut ditemukan setelah pengelola penginapan menaruh kecurigaan terhadap korban berinisial RR (65). Pasalnya, warga Kepulauan Bangka Belitung tersebut sudah beberapa hari tidak keluar dari kamarnya.
"Korban terakhir keluar kamarnya Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 12.39 WIB. Kemudian, korban masuk kamar kembali pukul 13.26 WIB dan sampai dengan kemarin, korban tidak beraktivitas keluar kamar," kata Ipda Anton Budi Susilo, Ps Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Jumat (24/4/2026).
Bekal kecurigaan tersebut, lanjutnya, pengelola penginapan mengecek kamar korban. Namun, saat itu pintu kamar dikunci dari dalam.
Selanjutnya, pengelola memanggil tukang kunci untuk membuka pintu kamar korban dengan disaksikan babinkamtibmas dan ketua RT setempat.
"Setelah pintu berhasil dibuka, didapati korban sudah meninggal dunia dalam keadaan terlentang di lantai tanpa busana, hidung dan mulut mengeluarkan darah, serta mengeluarkan bau menyengat," tutur Anton.
Atas kejadian tersebut, babinkamtibmas setempat menghubungi personel Polsek Gondokusuman dan diteruskan ke unit Inafis Polresta Yogyakarta.
Usai menerima laporan, polisi mendatangi lokasi kejadian. Disusul tim evakuasi dari PSC 119 Kota Yogyakarta dan Damkar setempat.
Berdasarkan keterangan petugas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sehingga kematian korban murni karena sakit.
"Dari keterangan saksi, korban tinggal di kosan itu seorang diri dari tanggal 17 Juli 2025 sampai dengan kemarin. Diketahui, korban berprofesi sebagai pebisnis biji kopi," ungkap Anton.
Seusai dievakuasi, jasad korban sekitar pukul 22.30 WIB dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY dengan menggunakan ambulans PMI Kota Yogyakarta.
Selain itu, petugas juga mengamankan barang-barang yang diduga milik korban di antaranya dua buah handphone, sebuah dompet, sebuah charger, sebuah kotak berisikan obat dan beberapa botol suplemen.
Hingga saat ini, pihak keluarga korban belum bisa dihubungi karena kedua handphone milik korban terkunci. (scp/buz)




