Dorong Kemasan Non-Plastik, Kemenperin Bidik Efisiensi dan Daya Saing Industri Makanan-Minuman

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai mendorong transformasi penggunaan kemasan di industri makanan dan minuman (F&B) dengan mengurangi ketergantungan pada plastik. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di tengah tantangan global yang semakin dinamis.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa pihaknya kini aktif mempromosikan penggunaan kemasan non-plastik, khususnya berbasis kertas atau paperboard. Jenis kemasan ini dinilai semakin kompetitif dan telah mengambil porsi signifikan dalam industri.

“Sekitar 28 persen dari total kemasan di industri makanan dan minuman saat ini sudah menggunakan bahan berbasis kertas,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/4).

Kemasan Kertas Aseptik Jadi Solusi Alternatif

Salah satu fokus utama yang didorong Kemenperin adalah penggunaan kemasan kertas aseptik sebagai alternatif pengganti plastik konvensional. Kemasan ini telah banyak digunakan untuk produk seperti susu dan minuman siap konsumsi.

Menurut Agus, pemerintah akan memperkuat ekosistem penggunaan kemasan alternatif melalui skema business matching antara produsen kemasan dan pelaku industri pengguna.

“Langkah ini diharapkan mampu mempercepat adopsi kemasan non-plastik sekaligus membuka peluang industri baru di sektor bahan baku dan pengolahan kemasan,” jelasnya.

Kemasan aseptik berbasis kertas memiliki keunggulan dalam menjaga kualitas produk tanpa memerlukan bahan pengawet tambahan. Teknologi ini memungkinkan produk tetap steril dan tahan lama meski tanpa pendinginan.

Sejalan dengan Kebijakan Industri Ramah Lingkungan

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong praktik industri yang lebih ramah lingkungan.

Ia menyebut penggunaan kemasan berbasis kertas sejalan dengan tren global yang mengarah pada pengurangan limbah plastik serta peningkatan keberlanjutan industri.

“Transformasi ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga menjawab tuntutan pasar global yang semakin peduli terhadap aspek lingkungan,” ujar Putu.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui kegiatan workshop dan kunjungan industri yang melibatkan pelaku usaha. Salah satunya dilakukan di PT Lami Packaging Indonesia bersama anggota Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menembus Kampus Impian dengan Integritas
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Strategi Besar BCA Syariah dengan Bank Aladin Syariah
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
KPK Usul Batasi Jabatan Ketum, PKS: Hormati Mekanisme Internal Parpol
• 12 jam laludetik.com
thumb
Estimasi Harga Hewan Kurban 2026 dan Cara Pilih yang Berkualitas
• 12 jam laludisway.id
thumb
Ribuan Bangkai Ikan Sapu-Sapu Mengambang, Kali di Jakarta Bau Amis
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.