Menbud Fadli Zon & Catherine Pegard Bertemu di Paris, Kerja Sama Kultural RI-Prancis Kian Beragam

jpnn.com
23 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon bertemu dengan Menbud Prancis Catherine Pegard di Paris, Jumat (24/4), dalam rangka memperkuat implementasi Joint Cultural Strategy (Borobudur Declaration) yang disepakati kedua negara pada 2025. Pertemuan itu dilakukan di tengah kunjungan Menbud Fadli Zon ke Paris, Prancis.

Fadli dan Catherine menegaskan kembali komitmen RI dan Prancis memperkuat kolaborasi, terutama di bidang warisan budaya dan museum, industri budaya dan kreatif, serta pelatihan dan mobilitas talenta. “Indonesia memandang Prancis sebagai salah satu mitra budaya terpenting di Eropa,” ujar Fadli melalui siaran pers Kemenbud, Jumat (24/4).

BACA JUGA: Menbud Fadli Zon Instruksikan WFH dan Efisiensi Ketat Mulai 1 April

Menteri berlatar belakang sejarawan itu menuturkan Kemenbud RI dan Kemenbud Prancis sejak 2025 telah membangun kerja sama yang kian konkret, terstruktur, dan berdampak jangka panjang. “Mulai dari warisan budaya dan museum, hingga industri budaya, literasi, dan pertukaran talenta,” ungkap mantan wakil ketua DPR RI itu.

Di bidang warisan budaya, kedua pihak menegaskan sejumlah proyek penting, termasuk penguatan kerja sama untuk pengembangan situs Borobudur dan Prambanan, serta pembentukan Museum Academy di Indonesia.

BACA JUGA: Korban Gugat Penyangkalan Perkosaan Massal 98 Fadli Zon, Digelar di PTUN Jakarta

Pada pertemuan itu, Indonesia dan Prancis menandatangani dua perjanjian kerja sama, masing-masing antara École du Louvre dengan Indonesian Heritage Agency (IHA), dan Centre des Monuments Nationaux (CMN) dengan InJourney. 

Kedua perjanjian ini memperkuat fondasi kerja sama yang telah dibangun sebelumnya, termasuk melalui kolaborasi antara GrandPalaisRmn dan Indonesia Heritage Agency (IHA).

BACA JUGA: Wali Kota Farhan Respons Revitalisasi Gedung Sate, Usul Ada Kajian dari Ahli & Budayawan

Kerja sama di bidang museum dan warisan budaya tersebut juga mencakup program mobilitas mahasiswa dan profesional, termasuk penempatan profesional Indonesia di sejumlah museum besar di Paris, serta proyek pameran berskala besar. 

Indonesia dan Prancis juga mendorong pendalaman kolaborasi riset bersama dengan École française d’Extrême-Orient (EFEO). Kerja sama itu terkait dengan artefak Hindu-Buddha dan situs warisan budaya Indonesia. 

Kedua negara juga mencatat penguatan signifikan kerja sama di bidang industri budaya. Dalam sektor film dan animasi, kedua menteri menyambut keberhasilan Indonesia–France Film Lab, penguatan keterlibatan La Fémis dan CNC dalam program penguatan kapasitas, penyelenggaraan pertemuan produksi film bersama (co-production) di Paris pada Desember 2026. 

Menjelang Festival Film Cannes 2026, kedua pihak juga menyoroti pentingnya program Next Step Studio Indonesia, sekaligus menyambut partisipasi perdana Indonesia dalam Annecy International Animation Film Festival. Kedua menteri juga mendorong pendalaman kerja sama dalam pelestarian dan restorasi warisan film. 

Dalam bidang literasi dan perbukuan, kedua pihak menyambut pembentukan Choix Goncourt Indonésie, yang diharapkan membuka ruang baru bagi dialog sastra Indonesia–Prancis, sejalan dengan penguatan program Read Indonesia.

Fadli dan Catherine juga menegaskan pentingnya memperluas kerja sama dengan Centre national du livre (CNL) untuk mendukung residensi, penerjemahan, penerbitan, dan pertukaran sastra. 

Kerja sama Indonesia–Prancis juga ditegaskan melalui komitmen bersama untuk memperkuat mobilitas talenta muda dan profesional kebudayaan, baik melalui festival internasional, residensi timbal balik, maupun kerja sama pendidikan.

Menurut Fadli, sejumlah institusi Prancis seperti École du Louvre, La Fémis, École Duperré, dan ENSAD-PSL berkomitmen menerima mahasiswa Indonesia.

Sebaliknya, Indonesia juga membuka program bagi mahasiswa Prancis untuk menjalani magang di Indonesia. “Jalur ini juga diharapkan dapat terhubung lebih sistematis dengan ekosistem Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya,” ujar Fadli.

Adapun Menteri Catherine merespons kerja sama itu dengan penuh apresiasi. Prancis berencana mengirimkan delegasi yang dipimpin oleh Presiden Académie Goncourt untuk menghadiri Makassar International Writers Festival pada Mei 2026.

Prancis dan Indonesia juga mengembangkan Rimbaud Residency melalui kemitraan antara Cité Internationale de la Langue Française dan Kota Semarang.

Menurut Menteri Catherine, Prancis menyambut baik penguatan berbagai kerja sama budaya dengan Indonesia, terutama melalui berbagai program bersama yang bertumpu pada keahlian, resiprositas, dan visi jangka panjang. Menteri berlatar belakang jurnalis itu menyebut Prancis dan Indonesia memiliki kemitraan budaya yang semakin kuat dan konkret. 

“Kami ingin melanjutkan momentum ini melalui kerja sama yang mempertemukan warisan budaya, penciptaan kontemporer, mobilitas profesional, dan penguatan ekosistem kebudayaan di kedua negara,” ujarnya. (esy/jpnn)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Mesyia Muhammad


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPAI Ungkap Sejumlah Temuan Terkait Pelajar Bantul yang Tewas Dikeroyok
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Kemenlu Protes Bendera dan Spanduk Zionis Israel Berkibar di RS Indonesia di Gaza
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Penataan Bus Dukung Kelestarian Kawasan Sumbu Filosofi
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Disiapkan, Legislator Syafi Djohan: Regulasi yang Adil!
• 35 menit laluokezone.com
thumb
Lima Pelajar Harumkan Nama Indonesia di Konferensi Peneliti Belia Internasional
• 8 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.