BNI Ingatkan Nasabah Jaga Data Pribadi, Waspadai Vishing dan Phishing

idxchannel.com
20 jam lalu
Cover Berita

BNI meminta nasabah lebih waspada dan tidak mudah membagikan data sensitif kepada pihak yang tidak dapat diverifikasi.

BNI Ingatkan Nasabah Jaga Data Pribadi, Waspadai Vishing dan Phishing

IDXChannel - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (BBNI) meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait maraknya kejahatan siber, khususnya vishing, phishing, dan social engineering. Kejahatan ini menyasar pengguna layanan digital seperti BNIdirect.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo meminta nasabah lebih waspada dan tidak mudah membagikan data sensitif kepada pihak yang tidak dapat diverifikasi.

Baca Juga:
BNI Resmi Kembalikan Seluruh Dana Umat Paroki Aek Nabara Rp28 Miliar

"Masyarakat perlu memahami berbagai modus penipuan tersebut agar dapat lebih waspada dan tidak mudah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Okki dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/4/2026).

Dia menambahkan, salah satu modus yang kerap terjadi adalah vishing atau voice phishing, yakni penipuan melalui telepon di mana pelaku mengaku sebagai petugas bank.

Baca Juga:
BNI Pastikan Tak Ada Kendala, Dana Rp28 Miliar CU Aek Nabara Cair Besok

Dalam praktiknya, pelaku biasanya menyebut identitas korban dan menciptakan situasi mendesak, seperti dugaan transaksi mencurigakan, untuk meminta data penting seperti ID perusahaan, ID pengguna, kata sandi, hingga kode token.

Informasi tersebut kemudian digunakan untuk mengakses akun dan melakukan transaksi tanpa izin.

Baca Juga:
BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berdampak Ekonomi ke 5.000 Warga

Selain itu, terdapat pula modus phishing yang dilakukan melalui situs palsu yang menyerupai portal resmi perbankan.

Baca Juga:
BNI (BBNI) Dorong Kesetaraan Gender, Perkuat Peran Perempuan di Dunia Kerja dan Masyarakat

Korban diarahkan untuk memasukkan data sensitif yang kemudian disalahgunakan oleh pelaku.

Modus lain yang juga perlu diwaspadai adalah social engineering, yaitu teknik manipulasi psikologis di mana pelaku menyamar sebagai petugas bank untuk memperoleh informasi rahasia seperti kode OTP, token, atau kata sandi.

BNI menekankan pentingnya kewaspadaan dan verifikasi dalam setiap interaksi yang berkaitan dengan layanan digital. Nasabah diimbau untuk hanya mengakses layanan melalui situs resmi seperti bnidirect.bni.co.id atau directbisnis.bni.co.id, serta menghindari mengklik tautan mencurigakan yang dikirim melalui pesan singkat, email, maupun aplikasi percakapan.

Selain itu, nasabah juga diminta untuk tidak menyimpan kata sandi di perangkat, rutin mengganti password, serta tidak pernah membagikan kode OTP atau token kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengatasnamakan bank. Langkah-langkah ini dinilai krusial untuk mencegah penyalahgunaan akses akun.

BNI juga mengingatkan masyarakat untuk selalu melakukan pengecekan informasi melalui kanal resmi perseroan, termasuk website resmi di https://www.bni.co.id, guna memastikan keabsahan setiap informasi yang diterima dan menghindari potensi penipuan.

Melalui peningkatan literasi keamanan digital ini, BNI berharap masyarakat semakin memahami pola kejahatan siber dan mampu melindungi diri dari potensi kerugian finansial. Edukasi berkelanjutan dinilai menjadi kunci dalam menjaga keamanan transaksi digital sekaligus memperkuat kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Orang Tua: Sejauh Mana Kita Bisa Menghargai Anak-Anak?
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Dukungan BNI Bawa Indonesia Menang Telak di Hari Pertama Piala Thomas 2026
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Lindungi Korporasi AS, Trump Ancam Jatuhkan Tarif Retaliasi Jumbo untuk Inggris
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hasil Thomas Cup 2026: Awal Manis Indonesia, Menang Telak 5-0 atas Aljazair
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Heboh! Dugaan Penganiayaan Anak di Daycare Yogya, Sahroni: Proses Pidana dan Tak Ada Maaf!
• 1 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.