Merantau dari Papua, Bahlil: Kalau Golkar Tak Dewasa, Bagaimana Mungkin Saya Pimpin Partai Ini?

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengatakan, jika Golkar bukan partai yang dewasa, dirinya tidak mungkin bisa memimpin partai tersebut.

Bahlil pun membanggakan Golkar sebagai partai yang selalu mengajarkan tentang pluralisme.

"Jadi tempat untuk teman-teman dalam rangka memperjuangkan aspirasi dengan tidak memilih suku, agama, salah satu di antaranya adalah Partai Golkar. Dan Partai Golkar adalah partai yang dewasa. Saya dari Papua. Saya dari Papua, datang merantau ke Jakarta. Kalau Partai Golkar tidak dewasa dalam berpolitik, bagaimana mungkin saya diberikan ruang untuk memimpin partai ini?" ujar Bahlil dalam acara Paskah Nasional di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat (24/4/2026) malam.

Baca juga: Soal Ketum Partai Dibatasi 2 Periode, Bahlil: Tiap Munas, Ada Ketum Baru, Biasa Saja di Golkar

Melalui acara Paskah ini, Bahlil menganjurkan kepada anak muda yang belum punya tempat untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, segera bergabung ke Golkar.

Sebab, kata dia, Golkar terbuka untuk siapapun, dan dari kalangan manapun.

"Makanya di dalam alat-alat kelengkapan dewan, ada Kristen, ada Islam, ada yang Ketua Komisi XII, Bambang Patijaya agamanya apa? ada Buddha," jelasnya.

Baca juga: Bahlil Optimistis Cadangan Gas Raksasa Kaltim Buat Indonesia Kurangi Impor Energi

Sementara itu, Bahlil juga menyinggung sejarah Golkar yang lahir dari keberagaman, termasuk kontribusi organisasi berbasis Kristen.

“Partai Golkar dilahirkan pada bulan Oktober tahun ’64. Sebelum Partai Golkar hadir, itu namanya ada Sekber, Sekretariat Bersama. Ada 97 organisasi yang melahirkan Sekber, dan salah satu organisasi yang melahirkan Sekber dari 97 organisasi itu adalah Pemuda Intelijen Kristen Indonesia,” papar Bahlil.

Baca juga: Menteri Bahlil Sebut Stok BBM dan LPG Indonesia Aman, Ini Alasannya

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut Bahlil, sejak awal Golkar tidak pernah membedakan latar belakang suku maupun agama anggotanya.

“Di Golkar tidak pernah membedakan di mana kau, dari mana kau berasal, suku apa, agama apa. Karena Golkar lahir untuk hadir dalam rangka memberikan karya nyata, seperti kasih menembus perbedaan,” imbuhnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Istri dan 2 Anak Bandar Narkoba Ko Erwin Akan Ditahan Usai Diperiksa
• 7 jam laludetik.com
thumb
SPPG Diminta Gunakan Pangan Lokal agar Tekan Lonjakan Harga Bahan Baku
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Juventus Ajak Liverpool Tukaran Kiper
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Laba Bank SulutGo Tumbuh 24,9% pada Kuartal I/2026, Ditopang Efisiensi dan Margin
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Dari Akta ke Perlindungan, Pemkot Kediri Benahi Layanan Adminduk untuk PPA
• 18 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.