SPPG Diminta Gunakan Pangan Lokal agar Tekan Lonjakan Harga Bahan Baku

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memberdayakan pangan lokal demi menekan kenaikan harga bahan baku karena program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dadan menuturkan, BGN memilih pendekatan fleksibel dalam penyusunan menu MBG dengan menyesuaikan potensi sumber daya lokal dan preferensi masyarakat di masing-masing daerah.

"Karena kami ingin memberdayakan potensi sumber daya lokal dan juga kesukaan masyarakat lokal. Supaya juga tekanan terhadap konsumsinya tidak terlalu tinggi," kata Dadan dalam keterangan resmi, Jumat (24/4/2026).

Baca juga: BGN Klaim Banyak Hoaks soal MBG di Medsos, Tidak Sesuai Fakta di Lapangan

Dadan menegaskan bahwa BGN sampai saat ini belum pernah menerapkan kebijakan menu seragam secara nasional untuk seluruh SPPG.

Tujuannya untuk menghindari lonjakan kebutuhan bahan pangan yang dapat berdampak pada harga di pasar.

"Jadi kalau kami perintahkan menu nasional, pasti tekanannya tinggi, pasti harga naik," imbuh Dadan.

Dia lalu mengungkapkan pengalaman saat peringatan ulang tahun Presiden RI Prabowo Subianto pada 17 Oktober 2025 lalu.

Baca juga: BGN Fasilitasi Akses Validasi Data MBG, Publik Bisa Cek Langsung, Ini Linknya

Saat itu, menu yang disajikan SPPG berupa nasi goreng dan telur untuk sekitar 36 juta penerima manfaat.

"Hari itu butuh 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton. Dampaknya harga telur sempat naik Rp 3.000," ungkap dia.

Oleh karenan itu, Dadan meluruskan pernyataannya terkait kebutuhan hingga 19.000 ekor sapi untuk MBG.

Kata Dadan, angka tersebut hanya pengandaian perhitungan jika seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak memasak menu berbahan daging sapi, bukan kondisi riil harian.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Ini hanya pengandaian. Jadi satu SPPG, kalau dia masak daging sapi maka dia butuh satu ekor. Kalau seluruh SPPG kita perintahkan nanti tanggal sekian kita mau masak sapi, itu tinggal dijumlahkan berapa jumlah SPPG kalikan satu ekor sapi," ujar dia menjelaskan.

Jika dilakukan serentak dalam satu kali proses memasak, kebutuhan daging sapi di satu SPPG bisa mencapai sekitar 350 hingga 382 kilogram, atau setara satu ekor sapi untuk kebutuhan dagingnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Israel Dakwa 2 Prajurit AU Atas Tuduhan Jadi Mata-mata Iran
• 15 jam laludetik.com
thumb
Selat Malaka Tetap Free Pass, RI Tegaskan Nggak Ada Tarif Lewat!
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
BI Siapkan QRIS Antarnegara ke China, India, hingga Arab Saudi
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Soal Penyebab Listrik di Jakarta Padam dan Upaya PLN Mengatasinya
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Ada Kegiatan di Rindam Jaya, Arus Lalu Lintas Condet Jaktim Lancar
• 9 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.