Bantah Uang Negara Sisa Rp120 Triliun, Menkeu Purbaya: Gak Usah Takut APBN Masih Cukup

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Menkeu menyatakan dana Rp120 triliun tersebut merupakan bagian dari total SAL yang mencapai Rp420 triliun.

Bantah Uang Negara Sisa Rp120 Triliun, Menkeu Purbaya: Gak Usah Takut APBN Masih Cukup (Rohman Wibowo/IMG)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu yang menyebut uang negara saat ini hanya tersisa Rp120 triliun. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih berada pada level yang memadai.

“Nggak usah takut soal APBN, masih cukup. Uang kita masih banyak,” kata Purbaya di gedung BPPK, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Baca Juga:
Di Pertemuan IMF, Purbaya Pastikan Defisit APBN Dijaga di Bawah 3 Persen

Purbaya kemudian menjelaskan terkait uang senilai Rp120 triliun. Menurutnya, dana yang dimaksud merupakan Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah yang biasa diparkir di Bank Indonesia (BI).

Menkeu menyatakan dana Rp120 triliun tersebut merupakan bagian dari total SAL yang mencapai Rp420 triliun. Sementara Rp300 triliun sisanya digunakan untuk menyuntik likuiditas perbankan sebagai modal mengakselerasi aktivitas perekonomian.

Baca Juga:
Purbaya Sebut Indonesia Sempat Ditawari Utang IMF untuk Tambal Defisit APBN

Lebih lanjut Purbaya mengatakan, injeksi dana ini bertujuan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional melalui fungsi intermediasi perbankan. Pemerintah mulanya menempatkan dana SAL senilai Rp200 triliun, yang kemudian disusul tambahan Rp100 triliun.

Baca Juga:
Menkeu Purbaya Godok Insentif Kendaraan Listrik, Rencananya Rp5 Juta Per Unit

Tambahan dana ini, kata dia, dilakukan menjelang periode Lebaran guna memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga di tengah potensi peningkatan kebutuhan dana masyarakat.

Namun, lanjut Purbaya, penempatan dana tersebut bersifat deposito on call, yang bisa diambil oleh pemerintah ketika dibutuhkan.

Baca Juga:
Purbaya Tunjuk Dua Plh Dirjen Gantikan Febrio Kacaribu dan Luky Alfirman

"Dulu biasanya ditaruh di BI, sekarang harusnya masuk ke ekonomi. Itu yang menunjang pertumbuhan ekonomi selama beberapa bulan terakhir," kata Purbaya.

"Tapi uangnya nggak habis, masih deposito saya. Itu smart move sebetulnya,” katanya.

Hingga akhir Maret 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp574,9 triliun, atau tumbuh 10,5 persen (year-on-year/yoy). Lonjakan ini utamanya ditopang oleh pertumbuhan penerimaan pajak secara keseluruhan sebesar 20,7 persen (yoy).

Sementara belanja pemerintah tumbuh 31,4 persen (yoy) dan defisit APBN terjaga pada level 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Duduk Perkara Kasus Emiten Jusuf Hamka CMNP Gugat Hary Tanoesoedibjo dan BHIT
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kemenhaj Jatim Sebut Jemaah Sakit pada Musim Haji 2026 Menurun
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dengan Kematian Praka Rico Pramudia, Total Ada 4 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Dihujat dan Disumpahi Mandul, Tasya Farasya Ungkap Dampak Bongkar Konten ‘Halo Kaka’ yang Berujung Kontroversi
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Korupsi di Negeri Religius: Tekanan Psikologis atau Krisis Integritas
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.