Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Timur menyebut jemaah sakit pada musim Haji 2026 mengalami penurunan.
Menurut Moh. As’adul Anam Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, jemaah dinilai lebih bugar dipantau dari beberapa hal. Salah satunya adalah jumlah kursi roda yang biasanya dipakai jemaah lanjut usia (lansia) untuk menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
“Tahun lalu, saya lihat kursi roda yang dipakai jemaah lansia bisa lebih dari 24 unit dalam satu kloter. Sementara tahun ini paling banyak satu kloter ada 10 jemaah yang memakai kursi roda. Ada juga yang hanya enam atau tujuh,” katanya, Jumat (23/4/2026).
Anam menyampaikan, indikator jumlah kursi roda yang dipakai sekaligus menunjukkan bahwa kondisi kesehatan jemaah tahun ini lebih baik dari tahun lalu.
Moh. As’adul Anam Ketua PPIH Embarkasi Surabaya saat di wawancarai awak media pada Jumat (24/4/2026). Foto: Rafi’ Ermawan Mg suarasurabaya.netSelain itu Anam juga menyampaikan bahwa menurunnya jumlah jemaah lansia dan sakit pada tahun ini karena faktor screening kesehatan yang lebih ketat.
Sehingga, lanjutnya, jemaah yang dianggap mengidap sakit permanen, akan memberikan kursinya pada sang anak atau istri.
“Screening kesehatan jemaah caloj haji semakin tinggi. Oleh karena itu banyak jemaah yang karena dianggap sakit permanen, kemudian dialihkan kepada anaknya atau istrinya,” jelas Anam.
Sementara untuk menjalankan tagline Haji 2026 yakni, “Haji Ramah Lansia, Ramah Disabilitas, dan Ramah Perempuan” Kemenhaj membuka akses lebih luas pada tiga kategori jemaah haji.
“Untuk jemaah perempuan, kami membuka akses menjadi pembimbing. Di Jatim, aksesnya lebih dari 30 persen. Kemudian untuk jemaah lansia dan disabilitas, kami juga sudah melengkapi layanan hingga Arab Saudi,” tutupnya.(kir/ris)



