JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, mulai menunjukkan kondisi membaik setelah menjalani perawatan intensif selama sekitar satu bulan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan Andrie sudah bisa kembali beraktivitas secara terbatas, seperti berjalan, makan sendiri, hingga buang air.
Namun, ia masih harus menjalani perawatan lanjutan, termasuk fisioterapi dan kemungkinan operasi besar.
“Alhamdulillah kondisinya sudah berangsur membaik. Artinya Andre sebagai manusia gitu ya sudah beraktivitas dengan normal kembali,” kata Dimas ditemui di Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).
Meski demikian, luka bakar pada tubuh Andrie masih dalam kondisi basah sehingga belum memungkinkan untuk dijenguk secara umum. Kunjungan saat ini dibatasi hanya untuk keluarga dan tim KontraS.
Selain itu, bekas jahitan pada tangan kanan Andrie juga membuatnya belum bisa bergerak bebas.
“Jadi tim dokter itu masih mengkhawatirkan ada infeksi, jadi memang masih sangat terbatas sekali untuk dikunjungi,” jelas Dimas.
Hingga kini, Andrie disebut masih menolak keras kasusnya dibawa ke pengadilan militer.
Sikap tersebut didasarkan pada catatan KontraS terkait sejumlah proses peradilan militer yang dinilai tidak sepenuhnya memenuhi prinsip keadilan.
Baca juga: Sidang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Pengadilan Militer Tunjuk 3 Hakim
Kronologi Penyiraman Cairan Asam KuatSebelumnya diberitakan, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, disiram zat kimia asam kuat oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Kamis (12/3/2026) malam.
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan peristiwa terjadi sekitar pukul 23.37 WIB saat Andrie mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I-Talang, Senen, Jakarta Pusat.
Saat melintas di lokasi, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor diduga Honda Beat keluaran 2016–2021 mendekati korban dari arah berlawanan di Jalan Talang (Jembatan Talang).
Pelaku pertama yang bertindak sebagai pengendara mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam.
Sementara pelaku kedua yang dibonceng mengenakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam, kaus biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek dan diduga berbahan jeans.
Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan asam kuat ke arah Andrie hingga mengenai sebagian tubuhnya.





