HARIAN FAJAR, JAKARTA – Langkah berani diambil PSIS Semarang jelang penentuan nasib di akhir musim. Mahesa Jenar resmi menunjuk Kas Hartadi sebagai pelatih kepala baru. Misinya krusial: menyelamatkan Laskar Mahesa Jenar dari ancaman degradasi di Pegadaian Championship 2025/26.
Penunjukan ini bukan tanpa alasan. Posisi PSIS saat ini masih jauh dari kata aman. Mereka tertahan di peringkat kedelapan klasemen sementara Grup Timur dengan 20 poin dari 25 laga, hanya terpaut dua angka dari zona playoff degradasi yang ditempati Persiba Balikpapan.
Situasi tersebut membuat dua pertandingan tersisa menjadi hidup-mati bagi PSIS. Mereka akan menjamu Kendal Tornado FC sebelum melakoni laga tandang berat menghadapi PSS Sleman di pekan terakhir.
Persiapan Singkat, Tekanan Maksimal
Kas Hartadi langsung dihadapkan pada realita pahit: waktu persiapan yang nyaris tidak ada. Ia bahkan mengakui baru kali ini menangani tim dengan waktu latihan yang sangat terbatas.
“Tentunya persiapan sangat mendadak sekali. Baru kali ini saya melatih hanya dua hari latihan dan satu sesi official training untuk pertandingan,” ujar Kas Hartadi.
Meski demikian, pelatih asal Solo itu tidak kehilangan optimisme. Ia bertekad memaksimalkan waktu yang ada untuk memperbaiki kelemahan tim.
“Memang waktu yang sangat mepet bagi saya pribadi. Mudah-mudahan kita bisa memperbaiki kelemahan tim ini agar tampil maksimal,” lanjutnya.
Misi Penyelamatan di Ujung Musim
Bagi Kas Hartadi, menerima tantangan di situasi genting seperti ini bukan hal baru, namun tetap menjadi ujian besar dalam kariernya. Ia datang bukan hanya sebagai pelatih sementara, tetapi sebagai penyelamat yang diharapkan mampu mengubah arah musim PSIS.
Pengalaman sebelumnya saat menangani RANS Nusantara FC menjadi modal penting, meski kali ini tantangannya berbeda: bertahan, bukan promosi.
Dengan tekanan tinggi dan margin kesalahan yang sangat tipis, dua laga terakhir akan menjadi penentu apakah PSIS tetap bertahan atau harus menjalani playoff degradasi.
Andalkan Pengalaman Pemain Senior
Di tengah situasi sulit, Kas Hartadi menaruh harapan besar pada kualitas skuad yang dimiliki. Ia menilai PSIS dihuni pemain-pemain berpengalaman yang mampu menghadapi tekanan laga krusial.
Nama-nama seperti Otavio Dutra, Esteban Vizcarra, Beto Goncalves, hingga Rafinha diyakini bisa menjadi pembeda di momen penentuan.
“PSIS dihuni banyak pemain berkualitas dan berpengalaman. Tinggal bagaimana membuat mereka lebih kompak antarlini,” tutup Kas Hartadi.
Kini, semua mata tertuju pada dua laga terakhir Mahesa Jenar. Apakah pergantian pelatih di saat genting ini akan menjadi langkah jitu, atau justru terlambat? Jawabannya akan segera terungkap di lapangan.





