Bisnis.com, JAKARTA — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah mengoperasikan kembali KMP Ferrindo 5 dari kondisi kandas untuk melayani lintas Patimban–Pontianak.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale mengatakan KMP Ferrindo 5 kandas terjadi pada Minggu (12/4/2026) pukul 23.30 WIB, saat kapal berada di alur keluar Pelabuhan Pontianak. Adapun, kapal tersebut melayani lintasan strategis Long Distance Ferry (LDF) yang menjadi salah satu urat nadi distribusi logistik antara Pulau Jawa dan Kalimantan.
"Keberhasilan pelepasan KMP Ferrindo 5 dari kondisi kandas pada Rabu pukul 19.10 WIB menjadi cerminan respons cepat, terukur, dan berorientasi keselamatan dalam memastikan arus barang antarwilayah tetap terjaga," kata Windy dalam siaran pers, dikutip Jumat (24/4/2026).
Dia menjelaskan insiden kandas terjadi usai kondisi arus pasang yang cukup kuat disertai hembusan angin menyebabkan kapal terdorong keluar jalur pelayaran dengan karakteristik dasar perairan berlumpur.
Dalam situasi tersebut, lanjutnya, langkah penanganan segera dilakukan secara sistematis dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keselamatan sebagai prioritas utama, mengingat pentingnya lintasan ini dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional.
Windy menuturkan sebelum kembali diberangkatkan, KMP Ferrindo 5 telah melalui rangkaian pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan seluruh aspek teknis dalam kondisi optimal.
Baca Juga
- ASDP Minta Dukungan Peremajaan Armada, Ada 100 Kapal Tua Tak Layak Operasi
- ASDP Ungkap Data Terbaru Arus Balik: 72% Pemudik Sumatra dan 51% Bali Sudah Menyeberang
- ASDP Catat 60% Pemudik Sumatra Mulai Balik ke Jawa via Bakauheni
Setelah dinyatakan memenuhi ketentuan keselamatan dan memperoleh Surat Persetujuan Berlayar (SPB), kapal diberangkatkan menuju Patimban pada Kamis (23/4/2026) pukul 10.40 WIB, sehingga kembali memperkuat konektivitas logistik antarwilayah.
General Manager ASDP Cabang Pontianak, Adolf Enoch, menjelaskan bahwa selama proses penanganan, perusahaan secara konsisten melakukan evaluasi berkala melalui safety meeting serta penyusunan work plan terpadu sebagai panduan operasional di lapangan.
Seluruh kesiapan teknis, termasuk optimalisasi peralatan dan dukungan tugboat, dipastikan dalam kondisi prima sehingga proses pelepasan kapal dapat berlangsung efektif, terukur, dan sesuai standar keselamatan.
Sebagai kapal yang melayani lintasan LDF, KMP Ferrindo 5 memiliki kapasitas angkut hingga 60 penumpang terbatas yang diperuntukkan bagi pengemudi kendaraan, serta mampu mengakomodasi sekitar 40 unit kendaraan campuran.





