Jakarta: Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, mengatakan ajang National Governance Awards 2026 merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang mampu menunjukkan performa luar biasa, serta berkontribusi terhadap pencapaian target nasional. Menurut Bima, penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kinerja kepala daerah yang dinilai berhasil mendorong capaian pembangunan di wilayahnya.
“Ajang ini adalah bagian dari ikhtiar untuk memberikan reward kepada kepala daerah yang memiliki performa luar biasa dan berkontribusi pada capaian nasional,” ujar Bima Arya saat ditemui di sela acara National Governance Awards 2026 di Hotel The Ritz Carlton, Jakarta, Jumat, 24 April 2026.
Baca Juga :
Sabet Penghargaan Hilirisasi Mineral, Bupati Morowali Utara Kebut Pengentasan KemiskinanUntuk menjaga objektivitas, dewan juri sepakat menjadikan indikator kuantitatif sebagai dasar utama dalam menentukan pemenang. “Kami fokus pada angka-angka capaian daerah sebagai dasar penilaian,” ujar Bima.
Bima menjelaskan, terdapat sejumlah indikator utama yang menjadi acuan, antara lain pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, serta pengentasan kemiskinan. Selain itu, aspek kepemimpinan menjadi pertimbangan penting, terutama dalam menghadirkan inovasi dan program terobosan di daerah.
“Kami juga melihat apakah ada program yang benar-benar breakthrough, out of the box, dan orisinal,” ungkap Bima.
Menurut dia, kombinasi antara capaian data dan inovasi kepemimpinan menjadi faktor penentu dalam menilai kualitas kinerja kepala daerah. “Data-data tersebut membantu dewan juri untuk menentukan nominasi hingga pemenang,” ujar Bima.
Bima menilai pendekatan berbasis data tersebut penting untuk memastikan penghargaan diberikan secara objektif, sekaligus mendorong peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan daerah.




